Kesaksian, pasangan suami
isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai keturunan. Sejak 10
tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang
ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.
Setelah bertahun-tahun
berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat
bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman-teman dan
sahabat-sahabat, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan
mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki-laki dan
perempuan.Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Tetapi
bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa
kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki-laki.
Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi
laki-laki nya.










