Senin, 20 Februari 2012

Pemuja Setan


Pada waktu itu aku bertugas di UGD (Unit Gawat Darurat). Seorang pria berusia 35 tahun, bernama Bob, dibawa masuk ke UGD dari sebuah rumah sakit yang lebih kecil di luar kota. Disana dia telah dirawat selama 1 minggu. Dia tiba-tiba merasa sakit dan demam tinggi. Dokter-dokternya tidak dapat menemukan penyebabnya. Saat aku memeriksanya ketika dia dibawa masuk, aku tidak dapat menemukan penyebab penyakitnya juga, namun kelihatan jelas bahwa Bob amat sakit. Saat kami mulai mengadakan tes, dan meminta spesialis lain memeriksanya juga, aku mulai berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan dan memintaNya untukmenunjukkan kepadaku apa yang sesungguhnya telah terjadi dengan pasien ini.
Keesokan harinya, tiba-tiba dia melompat dari tempat tidurnya sambil berkata bahwa dia akan meninggalkan rumah sakit saat ini juga, sebab jika tidak, dia akan dibunuh. Tidak ada yang bisa mencegahnya. Akhirnya, dokter pribadinya menyuruh Bob untuk ditahan selama 72 jam di rumah sakit. Ketika perintah itu dilaksanakan, tiba-tiba Bob melompat dan berbaring di tempat tidur sambil menatap ke atas (langit-langit) dan berbicara secara tidak jelas. Tidak bereaksi juga terhadap berbagai macam rangsangan. Dia tetap dalam kondisi seperti itu selama 2 hari lebih dan kondisi fisiknya pun makin menurun.

Akhirnya pada hari ke-3 ketika aku mau masuk kerja pada waktu pagi, Tuhan berkata kepadaku, bahwa Bob sebenarnya adalah seorang “pendeta kepala” (Kelompok Pemuja Setan/Gereja Setan) di sebuah kota yang berdekatan. Penyakitnya adalah dari iblis, sebagai hukuman baginya, karena Bob telah menjengkelkan iblis dalam sesuatu hal. Bob ingin meninggalkan rumah sakit pada waktu lalu sebenarnya adalah karena dia telah berhadapan dengan kuasa iblis yang telah “dikirim” oleh seorang pendeta kepala juga yang bernama Daud. Daud juga adalah seorang dokter di Memorial Hospital. Bob tahu hal itu bahwa dalam kondisinya yang lemah ini, dia tidak mempunyai kesempatan untuk melawan Daud. Kemudian Tuhan berkata kepadaku untuk pergi dan mengikat setan-setan yang bernama Mind Binding (Pengikat Pikiran) dan Confusion (Kebingungan), lalu mengatakan kepada Bob bahwa aku tahu tahu siapa dia sebenarnya dan apakah yang sedang terjadi, serta mengabarkan injil kepadanya.


Dengan sangat berharap bahwa aku telah mendengar suara Tuhan dengan benar, aku pergi untuk bekerja bagi-Nya pagi itu.

Waktu aku masuk ke kamar Bob pagi itu, aku harus yakin bahwa tidak ada orang lain di dalam kamar itu, lalu menutup pintu. Lalu aku mencoba membuat Bob untuk bereaksi, namun gagal. Dia tetap menggumamkan kata-kata yang tidak karuan. Kemudian sambil menaruh tanganku di sisi tempat tidurnya, aku berkata: “Engkau, setan Mind-Binding dan Confusion, Tuhanku Yesus telah mengutus aku untuk mengikatmu, dan sekarang aku melakukannya dalam nama Yesus Kristus; engkau tidak boleh lagi merasuki orang ini.”

Akibatnya sungguh dramatis. Dengan segera Bob berhenti bergumam dan dia memutar kepalanya serta memandang ke arah ku, benar-benar dengan pikiran yang jelas. “Selamat pagi.” katanya,”Apakah engkau menginginkan sesuatu?”

“Ya, aku mempunyai pesan untukmu dari Allah Yang Maha Tinggi.” Aku harus mengatakan kepadanya apa saja yang telah dikatakan Tuhan kepadaku. Kemudian dengan singkat aku menyampaikan injil kepadanya.

“Bob, engkau harus menyadari bahwa harapanmu satu-satunya adalah YESUS. Iblis memutuskan untuk membunuhmu; untuk melanjutkan melayaninya hanya akan menghancurkan engkau, dan yang lebih buruk lagi, engkau akan berada di Neraka selamanya.”
Dia melihat ke arahku dengan pura-pura terkejut. “Siapakah engkau ?! Engkau gila! Aku tidak tahu apa yang sedang engkau katakan!”

Aku menjawabnya,“Oh ya, engkau tahu, Allahku tidak pernah berbohong.”
Dia berkata,“Oh pergi, aku tidak berurusan dengan Yesus!” Lalu aku berkata,”Terserahlah, itu pilihanmu.”

Setelah berkata itu, aku meninggalkan kamarnya. Sejak saat itu Bob tetap dalam keadaan sadar dalam pikirannya. Kemudian aku terus berpuasa dan berdoa sungguh-sungguh buat Bob, meminta agar Tuhan memberinya paling tidak satu kesempatan lagi. 4 hari kemudian, Bob sudah sekarat. Ginjalnya sudah berhenti bekerja 2 hari sebelumnya, hatinya sukar bekerja, dia mengalami serangan jantung dan paru-parunya terisi air. Tekanan darahnya begitu rendah sehingga dia harus diobati melalui pembuluh darahnya, supaya tekanan darahnya tetap normal. Aku tahu bahwa dalam waktu singkat dia perlu dibantu dengan mesin pernapasan. Dia terus-menerus merasa sakit yang tidak bisa kami kendalikan. Kemudian Tuhan berbicara kepadaku, supaya memberitakan injil kepada Bob sekali lagi.
Seperti sebelumnya, aku harus yakin bahwa aku sendirian di dalam kamarnya. “Bob, engkau sedang sekarat !!! Tidakkah engkau menyadari hal itu? Tidakkah engkau piker bahwa engkau harus jujur kepadaku?”

-“Ya, mungkin kau benar.”
+“Apakah engkau ingat percakapan 4 hari yang lalu?”
-“Ya, masih ingat dengan baik. Engkau benar, aku seorang pendeta kepala, dan aku benar-benar ingin pergi karena Daud akan membunuhku.”
+ “Bob, engkau harus tahu bahwa harapanmu satu-satunya adalah YESUS. Tidak inginkah engkau minta kepadaNya supaya mengampunimu dan menjadi Tuhanmu?”
-“Ya, namun kukira aku tidak diizinkan untuk melakukan hal itu”
+”Mengapa?”
-“Karena iblis sedang berdiri di sini.”
Bob menunjuk dengan tangannya ke arah yang berlawanan dengan tempat di mana aku berdir. Aku tidak dapat melihat apapun, namun rohku merasakan kehadirannya.
+”Tidak, Tuhan telah mengikatnya. Apakah engkau memerlukan tanda?” (Tuhan telah mengatakan kepadaku bahwa aku dapat mengusir setan yang menyebabkan rasa sakit sebagai tanda bahwa apa yang sedang kukatakan adalah benar; dengan keluarnya setan itu, akan segera melepaskannya dari rasa sakit)
-“Tidak, dengan kenyataan bahwa engkau cukup gila berani masuk ke sini sudah merupakan merupakan bukti bagiku.”

Kemudian dengan air mata yang mengalir di wajahnya, dia memegang tanganku dan dengan suara gemetar dia memohon supaya Yesus mengampuninya dan menjadi Tuhannya. Lalu dia menoleh ke arah pinggir tempat tidurnya dan mengatakan langsung kepada iblis, bahwa dia tidak lagi melayaninya, tidak peduli apapun yang terjadi.
Dengan pimpinan Tuhan, aku mengusir keluar dari dirinya beberapa roh jahat yang menyebabkan sakit, demam, ginjal tidak berfungsi, dsb. Kemudian rasa sakitnya hilang dengan segera dan dia merasakan bebas dari sakit untuk pertama kalinya dalam beberapa hari ini. Selama 2 jam dia bebas dari obat tekanan darahnya. Setelah 2 hari berikutnya, dia keluar dari UGD, dan setelah 2 minggu kurang, dia sudah keluar dari rumah sakit dengan SEHAT.


Kumpulan Kisah Nyata:
Bebas dari Kutuk Ramalan


1 komentar: