Jumat, 06 September 2013

Kehilangan orang yang kita sayangi

Kesaksian dari suatu kejadian yang membuat saya kehilangan orang yang saya sayangi akibat keracunan gas, sehingga dia dipanggil Tuhan pulang.

Aku benar-benar tidak menduga kalau ibu yang benar-benar baik harus meninggal karena keracunan gas di kamar mandi. Aku sangat terkejut dan menangis sejadi-jadinya melihat tubuh ibu terbujur kaku. Dengan penuh kemarahan dan kebencian aku berkata pada Tuhan, "Tuhan, mengapa Engkau tidak menjaga ibuku?"

Hidup dari keluarga militer
Aku adalah putri tunggal yang sudah merasakan kemanjaan sejak kecil. Ayah berasal dari lingkungan militer, yang walaupun sangat menyayangi aku juga selalu mendidik aku secara militer. Bagiku ayah adalah seorang yang sangat sempurna dan berwibawa. Tapi keangkeran sifat kemiliterannya menyebabkan aku takut untuk mendekati. Sedangkan ibuku adalah seorang yang murah senyum dan sangat lembut. Walaupun sudah berusia dua puluh tahun, aku masih sering bermain dan bergurau bersamanya. Aku sudah terbiasa hidup dimanja dan penuh dengan kehangatan kasih dari orang tuaku sehingga aku merasa tidak lagi membutuhkan teman.

Aku merasakan sangat kesepian sejak ibuku meninggal. Aku tidak memiliki teman seperti ibu yang mau mendengar keluh kesahku dengan sabar. Aku tidak tahu bagaimana harus melanjutkan hidup di dunia, aku kecewa mengapa Tuhan mengambil ibuku. Maka aku tidak mau lagi berdoa, membaca Alkitab dan mengikuti kebaktian di gereja.

Mendengar siaran radio rohani
Setelah ibu meninggal, ayah semakin sibuk dengan tugasnya dan sering meninggalkan aku sendiri di rumah. Aku merasa kesepian dan sering menangis jika mengenang ibu. Satu-satunya yang menjadi hiburanku adalah mendengarkan radio. Suatu hari secara tidak sengaja aku mendengar siaran radio acara mimbar Kristen, kebetulan lagu yang dinyanyikan, "Berilah tanganmu pada-Ku ...." Dalam lubuk hatiku terasa getaran dan kehangatan serta kebahagiaan yang sangat dalam. Aku terus mendengarkan siaran tersebut. Seusai lagu itu, pembawa acara berkata dengan suara yang sangat lembut, "Para pendengar setia, meskipun berat masalah yang Anda hadapi, serahkanlah pada Tuhan! Karena Ia tidak akan meninggalkan Anda dan akan selalu membantu menyelesaikan masalah yang Anda hadapi."

Aku tersadar dan mendapat bukti. Walaupun telah meninggalkan Tuhan, tetapi Ia tidak pernah meninggalkan aku dan selalu setia menunggu aku dengan sabar agar aku kembali pada-Nya. Aku langsung bertanya pada Tuhan, "Mengapa akhir-akhir ini aku kehilangan semuanya? Aku tidak memiliki suka cita dan damai?" Dengan tiba-tiba aku seolah mendengar Tuhan berkata sendiri padaku, "Aku tidak pernah meninggalkanmu, mengapa tidak kauserahkan semua bebanmu kepadaku?" Aku tersadar kenapa aku merasa sangat menderita. Semua ini karena aku tidak menyerahkan semua bebanku kepada-Nya. Bahkan aku menyalahkan Tuhan yang tidak mengasihiku dan meninggalkan aku.

Kembali kepada Tuhan
Setelah kejadian itu, aku merasakan semuanya berubah menjadi baru. Aku kembali mendekat pada Tuhan, kembali rajin ke gereja dan kuserahkan seluruh hidupku ke tangan-Nya. Aku sadar bahwa dulu aku ke gereja bukan karena Tuhan, tapi karena orang tuaku. Aku sadar bahwa ibadahku dulu dilakukan dengan motivasi yang tidak diperkenankan Tuhan. Sekarang Roh Tuhan dalam diriku juga mengakibatkan aku suka bergaul, memerhatikan orang yang mengalami kesusahan serta mengabarkan Injil kepada orang yang berada dalam belenggu dosa.

Setelah melalui berbagai peristiwa aku mengetahui bahwa Allah berjanji untuk memberikan kekuatan dan berkat yang cukup bagiku. Aku merasa dulu hidup kekristenanku tidak jelas, tapi sekarang aku dapat menyelami kesetiaan yang dapat dipercaya. Tuhan adalah sahabatku yang baik dan aku percaya bahwa ibu yang sekarang sudah berada di surga akan senang melihat perubahan anak perempuan satu-satunya.
Sumber: Buku Jalan Tuhan Terindah/sabda.org

Catatan:
Ada cara Tuhan yang membuat kita sadar dan mulai kembali ke jalan Tuhan, bahkan kita harus kehilangan orang-orang yang kita sayangi, semua itu pasti ada orang-orang yang tidak bisa menerima dengan cara Tuhan lakukan hal itu dalam hidupnya, bahkan ada yang sampai kecewa kepada Tuhan dan menyalahkan Tuhan. Bagi kita kita harus tetap percaya bahwa Rancangan Tuhan adalah rancangan yang terbaik untuk kita.

Dari kesaksian ini, orang yang dulunya datang kegereja karena dorongan orang tua, tetapi mulai bertobat dan mengenal Tuhan secara pribadi, dia mulai tahu bahwa sebagai pengikut kristus adalah kita harus memiliki hubungan bergaul karib secara pribadi dengan Tuhan, bukan hanya setiap minggu ke gereja tetapi di kamar kita harus ada persekutuan dengan Tuhan.

Kumpulan Kisah Nyata:
Upah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar