Kamis, 05 September 2013

Upah

Bukan besar kecil tanggung jawab yang kita kerjakan dan upah yang kita terima tetapi yang dilihat adalah sikap hati yang benar dihadapan Tuhan

Ada hal-hal yang kita inginkan dalam hidup kita, untuk memperolehnya. Semua itu tidak salah kalau kita kerjakan dengan sikap hati yang benar dihadapan Tuhan.

Apa itu sikap hati yang benar dihadapan Tuhan?
Segala sesuatu yang kita kerjakan dengan tulus, dari hati dan apapun itu yang di kerjakan jangan pernah melihat upahnya tetapi kerjakanlah dengan kasih,untuk memberkati orang lain dengan apa yang bisa kita kerjakan.

Kalau kita bisa kerjakan kenapa kita tidak lakukan itu, tetapi ada orang-orang yang selalu mereka lihat adalah upah, kalau upah yang diberikan banyak maka saya juga akan memberikan yang terbaik. Hal ini adalah suatu kebiasaan yang dibangun oleh system dunia ini, yang menjadi fokusnya adalah berapa besar pendapan saudara maka anda harus memberikan yang terbaik kepada pekerjaanmu.

Salah cerita dari dunia sepak bola adalah pemain dengan  rekor transfer termahal di dunia. Pemain bintang asal Wales “Gareth Bale” menerima gaji sebesar £300.000 atau Rp5,3 miliar lebih per minggu. Dengan nilai kontrak selama enam tahun setelah Madrid mengeluarkan biaya £85.3 juta atau Rp1,4 triliun lebih untuk mendatangkannya dari Tottenham.

Ini namanya manusia dihargai dengan uang, dengan harga yang mahal, mereka ingin mendapatkan orang tersebut karena mereka tahu dia memiliki kemampuan melebihi orang lain. Tidak ada yang salah dengan kemampuan yang kita miliki, lalu ada orang yang datang untuk menawarkan kita untuk kerja dengannya dengan jumlah upah yang berbeda, yang kita terima dari tempat kerja kita yang lama. Semua kembali kepada respon hati kita yang benar, apakah yang kita lihat adalah upah atau pangilanTuhan, yang ada dalam pekerjaan kita. Kalau kita melihat upah maka hati kita cepat berubah tetapi kalau kita melihat Visi dari Tuhan maka kita tahu keputusan yang harus kita ambil adalah yang terbaik, mau pindah atau tidak kita kembalikan kepada Tuhan kita.

Kalau kita masih diberikan kesempatan untuk berada dinuia ini, kenapa kita mencari sesuatu untuk diri kita sendiri. Jangan sampai kita hanya mementinkan diri kita sendiri, tetapi kita belajar untuk menjadi berkat dan terang dunia. Setiap kita ada talenta yang Tuhan berikan, apakah tangungg jawab tersebut kita gunakan untuk menghasilkan sesuatu untuk memberkati orang lain atau kita.

Jangan pernah bekerja dengan melihat kekurangan kita, tetapi bagaimana kita dapat menyelesaikannya dengan sukacita, karena kita tahu bahwa kita sudah memberikan yang terbaik dari apa yang bisa kita kerjakan. Karena sukacita yang kita dapatkan bukan dari dunia tetapi dari Tuhan. Amin

Kumpulan Kisah Nyata:
Lukisan di Neraka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar