Ketika Ercan
Sengul memberikan hidupnya kepada Kristus di negara non-Kristen, Turki,
beberapa orang menganggapnya sebagai suatu pembangkangan terhadap budaya dan
bangsanya. Ketika ia berkata bahwa ia akan memberikan apa pun bagi Tuhan, ia
benar-benar melakukan nantinya. Namun, sekarang bagaimana?
Ercan duduk di sebuah sel penjara yang lembab dan gelap
dikelilingi oleh rekan tahanan lainnya. Ia ditahan oleh polisi lokal yang
mengatakan bahwa ia telah "menghina agama mayoritas" dengan
membagikan buku-buku dari sebuah penerbit Kristen.












