Sabtu, 05 Januari 2013

Kisah Pertobatan Pemimpin Triad Hongkong

Triad, salah satu organisasi kriminal besar yang berbasis di Hongkong. Pengaruh mereka selalu tersembunyi di dalam kegelapan.

"Hal terburuk dalam Triad adalah pengkhianatan. Siapapun yang melakukannya akan mati," ungkap Teddy Hung, mantan pimpinan Triad mengawali kisah hidupnya.

Dalam organisasi ini, Teddy memimpin bisnis pencucian uang, obat-obatan, prostitusi dan segala bisnis ilegal lainnya. Harta dan kekuasaan Teddy miliki. Kemanapun ia bepergian, Teddy selalu mendapatkan layanan yang terbaik.

Di awal berdirinya, Triad mendapat dukungan dari pemerintah Taiwan sebagai alat bertahan dari serangan Cina.

"Saya dapat mengatakan bahwa Triad sangat tegas dan memiliki sistem yang terorganisir. Ketika saya pertama bergabung, tujuan saya ingin menjadi orang yang sangat spesial dan hebat. Dan jalan tercepat untuk mencapai hal tersebut pada waktu itu adalah lewat jalan mafia dan organisasi Triad. Mungkin orang-orang berpikir bahwa orang yang bergabung dengan Triad adalah orang yang tidak punya karakter namun sebenarnya saya pastikan orang-orang di dalam Triad adalah orang yang berkarakter dan bukan orang sembarangan. Orang merasa takut kepada Triad karena apa yang kami lakukan selalu dalam kegelapan dan kami semua memiliki integritas dalam menjaga rahasia sehingga orang takut dan hormat kepada kami. " ungkap Teddy.


"Semua anggota organisasi diberi kode nomor. Dan nomor saya 415. Tugas saya memimpin setiap operasi di lapangan. Saya berurusan dengan perekrutan orang, menyelesaikan setiap masalah anggota di lapangan, memikirkan bagaimana memperluas jaringan," ungkap Teddy mengisahkan peranannya dalam organisasi Triad.

Teddy berada di puncak kekuasaan, namun bukan berarti ia lepas dari masalah.

"Ada polisi dari Inggris, beberapa kali selalu datang dan mengganggu bisnis kami. Hongkong waktu itu masih di bawah kekuasaan Inggris sehingga polisi itu menggunakan kekuasaannya untuk menangkapku terlebih dahulu," ujar Teddy.

Namun penjara tak menghalangi sepak terjang Teddy dalam memimpin organisasi Triad. Teddy mengurus bisnisnya dari penjara.

"Saya dipenjara di sebuah penjara yang sudah terbengkalai. Sehingga yang pertama saya lakukan adalah merenovasinya agar menjadi tempat yang lebih baik untuk saya tinggali. Saya mengeluarkan banyak uang sehingga saya dapat berbisnis obat dan melanjutkan bisnis saya di penjara," kisah Teddy.

Di balik kesangaran dan ketenangan sikapnya, tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya Teddy mengalami depresi berat. Yang diinginkannya hanyalah mati! Namun kunjungan seorang pendoa sedikit banyak memberi harapan pada Teddy.

"Pada waktu saya di penjara, ada seorang pendoa yang sering datang mengunjungi saya. Dan dia mengatakan sesuatu kepada saya. Orang itu berkata, "Kamu sangat sukses dan terkenal di seluruh dunia. Tapi ketika suatu saat nanti kamu meninggal, kamu akan dikenang sebagai apa?" Pertanyaan itulah yang membuat saya mulai berpikir dan saya mulai merasa sangat sedih. Yang membuat saya merasa depresi adalah saya mulai sadar, semakin saya sukses, semakin saya merasa bersalah dan merusak hidup banyak orang. Semakin saya sukses, saya tidak membantu banyak orang, justru saya banyak menghancurkan hidup orang lain," ungkap Teddy mengenai awal perubahan hidupnya.

Teddy kemudian mulai menemui banyak dokter karena ia tidak dapat tidur selama berbulan-bulan.

"Saya selalu merasa takut. Para kekasihku berusaha menghibur dan memelukku. Namun saya tetap merasa selalu kuatir dan takut. Entah kenapa, saya tetap tidak bisa tidur," ungkap Teddy.

Satu malam saat tak dapat memejamkan mata, Teddy melihat Alkitab yang diberikan sang pendoa kepada dirinya.

"Saya hanya berkata, "Yesus, jika memang Engkau benar ada, biarkan saya tidur, maka saya akan percaya kepada-Mu". Saya memegang Kitab itu, dan sebelum saya selesai mengucapkan kalimat itu, saya sudah terlelap di dalam tidur," kisah Teddy.

Sejak saat itu, tiba-tiba bisnis Teddy mengalami perubahan drastis. Bisnisnya hancur total.

"Semua teman-teman saya mulai mengatakan bahwa Tuhan yang saya sembahlah yang membuat bsnis ini hancur. Mereka berkata, "Dia adalah Tuhan yang jahat, karena buktinya bisnis kita hancur satu persatu". Saya juga mulai berpikir bahwa Dia itu Tuhan yang jahat. Saya mulai kecewa kepada-Nya. Di situlah saya menjadi bingung saya harus memilih yang mana. Jika percaya Tuhan, bisnis hancur. Tidak percaya Tuhan, saya tidak bisa tidur," ungkap Teddy mengisahkan persimpangan iman yang dialaminya.

Kemudian seorang teman memberikan kalimat pencerahan kepadanya.

"Teman saya berkata, "Andai kamu memiliki anak, akankah kamu mengijinkan anakmu melakukan bisnis seperti yang kamu lakukan? Jika kamu terus berbisnis seperti itu, kamu akan menuju ke neraka". Ini adalah bukti bahwa Tuhan mengasihi saya," ungkap Teddy.

"Bukan hal yang mudah untuk melepaskan semua bisnis dan teman-teman kerja saya. Namun saya terus memohon kepada Tuhan untuk memberikan hidup yang baru dan pekerjaan baru. Dan Tuhan membuktikan, perlahan tapi pasti, saya akhirnya mampu melakukan sebuah bisnis yang bersih," ujar Teddy.

Teddy menutup semua bisnis lamanya dan merintis sebuah bisnis yang baru, sebuah klinik kesehatan elektrik, di berbagai belahan dunia.

"10 tahun sudah saya belajar bergantung pada Tuhan dan sepanjang waktu itu banyak hal hebat terjadi dalam hidup saya. Saya dulu merasa hati saya seperti terikat dengan rantai yang sangat berat. Rasanya sekarang semua ikatan itu terlepas dan saya bebas," kisah Teddy mengungkapkan kebesaran Tuhan dalam hidupnya.

Sumber Kesaksian: Teddy Hung “Jawaban.com”

Kumpulan Kisah Nyata:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar