Senin, 25 Mei 2015

Kesaksian Ali "Kenapa saya tidak melanjutkan Ibadah di Mekkah?"

Kesaksian, aku sering memukul istriku setiap hari, ada tanda dibadang dia akibat kekerasan yang aku buat. Saat aku menceritakan kelemahanku, aku sendiri sangat malu. Tetapi itu adalah kenyataan yang pernah aku lakukan di keluargaku. Hal ini semua diluar kendaliku, kadang aku berpikir keluar kota untuk supaya tidak ketemu dengan mereka.

Kerja di Istambul
Saya mendapat pekerjaan di Istabul tempat yang jauh dari keluarga, sehingga tidak bertemu dengan mereka berbulan-bulan. Pekerjaanku disana sebagai mandor bangunan. Uang yang aku dapatkan kuhabiskan untuk membeli minuman beralkohol. Di tengah-tengah pekerjaan aku sering minum.

Suatu saat saya ke taman di sana saya melihat anak-anak dan orang tua mereka sedang bermain dengan gembira. Teringat akan istri dan anak, saya pegi ke kafe. Disana saya habiskan waktu saya untuk minum dengan teman kerjaku. Saya bertanya kepada temanku dan pelayan, untuk memberikan solusi kepadaku. Saya sendiri sering berbicara kepada Allah, seperti seorang anak kepada ayahnya. Allah sangat mencintai anak-anak-Nya, tetapi saya sendiri tidak bisa pulang karena kalau saya pulang ke rumah, saya akan memukul istriku. Saya sering minum supaya saya tidak melakukan hal tersebut. Lalu pelayan ini memberikan masukan kalau saya bekerja di Arab Saudi maka saya tidak lagi minum karena disana dilarang menjual alkohol.

Kerja di Arab Saudi
Saya pergi ke arab saudi bertujuan untuk tidak lagi minum alkohol, disana saya mendapat pekerjaan. Saya bertanya kepada temanku tetang dimana yang ada jual alkohol, lalu mereka memberi tahu tempat penjualan alkohol, aku coba minum saat itu. Setelah itu aku berusaha untuk tidak minum alkohol lagi. Aku juga pergi ke Mekkah untuk  naik haji, aku beharap untuk dapat menjadi Muslim yang saleh dan juga menjadi ayah yang baik dan tidak minum lagi.

Menunaikan Haji
Aku dan teman-temanku pergi untuk naik haji, ketika kami di Mekkah teman-temanku tidak mau naik mobilku karena aku tidak punya SIM, hal itu karena aku bukan seorang pengemudi yang baik. Kami tiba di Mekkah saat matahari tenggelam dan langsung masuk Ka’bah. Setelah memutari Ka’bah, kami melakukan sholat malam. Aku telah meninggalkan semua masalah dibelakangku, aku ingin menjadi Muslim saleh untuk agama Allah dan ingin serius menunaikan haji.

Bertemu dengan Isa-Almasih dalam Mimpi
Saat teman-temanku ingin menyuruhku untuk tidur bersama-sama mereka, aku memilih tidur diluar sendirian. Saat aku tidur, aku mendapat mimpi. Dalam mimpi itu saya melihat seorang yang berpakaian putih, dan Dia berkata bahawa aku milik-Nya. Aku tahu kalau Dia yang berkata kepadaku adalah Isa-Al-Masih, Dia berkata ingin membawa aku bersama dengan Dia. Karena sekarang aku adalah milik Dia. Terbangun dari tidur dan bertemu dengan temanku dan menceritakan tentang apa yang terjadi kepadaku, tetapi dia tidak percaya. Lalu aku mendengar suara Tuhan yang membawa aku kembali tidur tetapi tidak bisa, terpaksa aku ke mobil dan tidur mobil. Besok pagi aku dan teman-temanku mau pergi ibadah tetapi suara itu kembali aku dengar dan menyuruhku untuk meninggalkan Mekkah. Akhirnya aku menuruti suara tersebut.

Terlepas dari minuman Alkohol
Dari kejadian itu membuat aku berubah keinginan aku untuk meminum sudah hilang. Aku kembali ke rumah untuk bertemu istri dan anak-anak, di rumah kita membuat acara, tetangga kami undang mereka. Di tengah-tengah  acara tersebut aku menceritakan perjumpaanku dengan Isa-Almasih di Mekkah, hal ini membuat aku percaya kepada Kristus. Ketika mereka mendengar tersebut mereka tertawa. Selesai acara tersebut saya bertemu dengan istriku dan menceritakan bahwa aku telah mengikuti jalan Kristus dan aku meminta maaf kepada dia yang selama ini aku selalu memukul dia, aku menceritakan juga bahwa aku telah terlepas dari minuman Alkohol.

Menjadi Saksi Kristus
Aku berkata kepada istriku, kamu mau menerima Yesus juga seperti aku percaya, dia berkata, dia mau menerima Kristus. Aku sangat bersukacita karena istriku mau percaya Kristus. Ketika aku pergi kerja, aku sering menceritakan kepada teman-teman kerjaku tentang siapa itu Isa-Al-Masih, aku di pecat dari tempat kerja tetapi hal tersebut tidak membuat aku takut untuk menceritakan Tuhan Yesus kepada orang lain. Setiap kali aku mendapat pekerjaan aku kembali dipecat. Sampai suatu saat aku mendapat tempat kerja yang menetap, biarpun di tempat kerja tersebut tidak suka akan imanku yang baru, tetapi aku masih tetap bersyukur akan pemeliharan Tuhan dalam Hidupku dan keluargaku. Amin

Catatan:
Ini adalah Kisah Nyata yang menceritakan tetang perjumpaan Ali dengan Isa-Al-Masih di Mekkah. Kesaksian ini adalah sebuah pesan kepada kita semua orang, mau percaya atau tidak itu pilihan saudara. Kesaksian Life mengingatkan kita bahwa Surga dan Neraka adalah Nyata. Biarlah kita dapat melihat jalan keselamatan menuju Surga, jangan sampai kita tertipu oleh dunia ini, sehingga kita tidak masuk kerajaan surga. Setiap hari kita harus meminta petunjuk dari Tuhan untuk dapat melangkah di jalan yang benar di dunia ini. Gbu

Lihat Vidio kesaksian ini di Youtube, teks Indonesia:

>> Jadilah Saksi diamanapun Kita Berada <<

Kumpulan Kisah Nyata:

Download:
Music Rohani “Satu Satunya,Why We Sing & Springtime” Mp3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar