Senin, 01 April 2013

Anak sebagai Tumbal untuk mendapatkan kekayaan

Kesaksian Dada Suhada
Kehidupan di keluarga saya sangat memprihantikan, sampai-sampai saya tidak dianggap sebagai keluarga di tengah-tengah, keluarga istriku. Hal ini membuat saya sangat sakit hati kepada keluarga.

Karena kehidupan saya sering mabuk membuat saya tidak disukai di tengah keluarga. Suatu ketika seorang teman saya, datang ke tempat kerja saya, dan saya katakan kepada dia, kenapa saya harus menjadi orang miskin, lalu teman saya memberikan suatu jimat, katanya kalau saya gunakan jimat ini maka usaha saya akan berhasil, tanpa pikir panjang, saya menggunya.

Ketika saya menggunakan jimat-jimat, maka usaha saya mulai berjalan lancar, hal ini membuat saya makin yakin, bahwa jimat-jimat tersebut yang dapat membuat usaha saya bisa lancar. Suatu waktu teman saya yang sama datan kepada saya, lalu menawarkan kepada saya, kamu mau lebih kaya ga, saya katakan mau, kalau kamu mau lebih kaya, kamu harus memiliki modal yang banyak, lalu kita ke dukun.


Dari cerita teman saya, maka saya mulai mengumpulkan uang dan mengambil perhiasan istri saya, sampai-sampai saya harus meminjam uang dari ibu mertua saya. Pikir istri saya, kalau yang dilakukan adalah suatu usaha, jadi dia tidak berpikir aneh-aneh, kemana uang tersebut saya gunakan.

Uang yang saya kumpulkan tersebut, saya gunakan untuk membeli sesaji, karena kalau tidak menggunakan sesajian, maka tidak dapat berhubungan dengan arwah-arwah tersebut. Pikiran saya, hanya kekayaan, saya tidak perduli berapa yang harus saya bayar. Ketika dukun ini katakan, tetapi harus ada tumbalnya, saya mulai katakan saya siap kalau nyawa saya sebagai tumbalnya. Saya selama tujuh hari, tujuh malam tidur di makam tersebut, tiba-tiba saya mendapat suatu mimpi, di mimpi tersebut saya ketemu sama seorang wanita, lalu wanita ini katakan, dia akan memberikan saya kekayaan, tetapi anak petamanya harus menjadi tumbal. Saya katakan tidak, lalu saya bangun, karena kekayaan itu sebagai anak, bukan kepada saya.

Dari kejadian tersebut menjadi berangtakan, uang saya habis, banyak utang, usaha saya mulai tidak berjalan. Hal ini membuat hidup saya kembali mabuk-mabukan. Sampai-sampai anak saya sendiri berbicara kalau dia sering di sebut anak seorang pemabuk, bapak yang tidak benar. Hal ini membuat saya merasa sedih, dan saya mau bertobat, tetapi saya tidak tahu caranya bagaimana.

Istri saya memanggil adik saya untuk datang melayani saya, ketika adik saya berbicara kepada saya, kalau kita bertobat dengan kekuatan kita sendiri itu tidak bisa, tetapi kalau Tuhan yang sanggup mengubah hidup kita menjadi yang baru. Saya tahu bahwa saya adalah seorang pendosa. Adik saya katakan bahwa berapa besar dosa kakak Tuhan pasti akan mengampuni dosa kakak.

Saya mulai diajak berdoa, ketika saya disuruh mengampuni setiap orang yang telah meyakiti hati saya, dipikiran saya mulai terlitas, ingatan kata-kata dari orang yang menghina saya, tetapi karena kebaikan Tuhan sehingga saya dapat melepaskan pengampunan kepada musuh saya.

Ketika keputusan tersebut saya ambil, hal tersebut membuat hidup saya menjadi berubah, kehidupan dengan keluarga mulai dipulihkan, usaha saya mulai berhasil. Kekayaan yang setan berikan ujunnya membawa kebinasaan, tetapi kalau kita hidup bersama Tuhan maka kita akan menerima keselamatan masuk surga dan di bumi kita akan mendapat berkat dari Tuhan.

Catatan:
Semua Karena Kasih Karunia Tuhan, pertobatan adalah kunci dimana anda dapat melihat Tuhan bekerja dalam hidup kita. Ketika kita mulai mengakui dosa kita dan juga memaafkan musuh-musuh kita, itulah anugerah Tuhan yang diberikan kepada kita, untuk dapat berjalan didalam terang kasih Tuhan.

Dari kisah ini kita dapat belajar bahwa, kekayaan dapat diperoleh dengan berbagai macam cara, yang pertama, dengan kekuatan kita sendiri, kedua dengan kuasa kegelapan, dan yang ketiga karena kita diberkati Tuhan.

Contoh orang yang menggunakan kekuatan mereka sendiri adalah orang ateis yang tidak percaya Tuhan, kalau kegelapan tentu dari kuasa-kuasa setan. Tetapi sebenarnya dalam hal membangun kerajaan setan, kedua cara tersebut sangat berkaitan untuk membuat manusia jauh dari Tuhan dan tidak percaya bahwa segala sesuatu Berkat berasal dari Tuhan.

Bagi kita orang percaya jangan datang kepada Tuhan untuk mencari kekayaan tetapi kita tahu bahwa Dia Tuhan Yesus yang telah mati untuk menebut dosa kita. Kekayaan adalah bonus, yang terpenting adalah hidup kita menjadi terang dan garam dunia, diamanapun kita berada. Amin

Kumpulan Kisah Nyata:

2 komentar:

  1. dalam mencari kekayaan memang seharusnya tidak perlu menggunakan benda-benda yang berbagu jimat kekayaan, apalagi kalau sampai melaksanakan pesugihan seperti itu, lebih baiknya jika memilih pesugihan tanpa tumbal. mungkin juga dengan solusi kekayaan untuk meningkatkan kekayaan secara halal, baik, dan tanpa tumbal.

    BalasHapus
  2. Umur panjang di tangan kanan Tuhan, di tangan kiri-Nya kekayaan dan kehormatan (Amsal 3:16). Kekayaan yang sejati ada di tangan Tuhan.

    BalasHapus