Jumat, 27 Maret 2015

Ajaran Paus Vatikan yang salah ?

Tatoo bagi peziarah Yerusalem
Mengapa banyak penafsir menganggap Paus Emeritus Benediktus XVI, membuat suatu ajaran yang salah? Karena Vatikan dalam beberapa tahun terakhir membuat beberapa hal yang agak aneh. Salah satunya ialah apa yang dilakukannya pada tanggal 5 dan 6 Desember 2011. Pada saat itu Duta Besar Israel untuk Vatican Mordechay Lewy bersama dengan pejabat-pejabat Vatican membuat Konferensi Internasional di Vatikan yang membahas mengenai Tatoo permanen bagi peziarah Yerusalem.

Intinya, mereka yang berziarah itu, akan diberi tatto kecil, gambar salib kecil. Menurut mereka, tattoo ini semacam lambang pengorbanan seorang martir, semacam pengorbanan kecil.

A Christian pilgrimage tattoo is a “small martyrdom - a public shedding of blood for one’s faith” said Guerzoni. “A devotional tattoo was a sign of unshakable, immovable faith.”

Menurutnya, mengucurkan darah untuk menunjukkan iman dan tatto ini merupakan suatu pernyataan iman, yang tidak tergoyahkan.

Pengajaran yang salah
Hal ini merupakan suatu ajaran salah dalam pemahaman, andaikan seseorang memiliki tattoo sebesar itu bahkan lebih besar dari itu sekalipun , apakah ia pasti seorang yang beriman pada Kristus? Seorang anak Tuhan? Tentu saja itu bukan jaminan, bukan? Bahkan kalau Yesus itu benar wajahnya seperti di gambar-gambar beredar, lalu seseorang memakai kalung wajah Yesus seperti gambar tersebut, maka hal ini juga bukan suatu jaminan bahwa orang tersebut adalah anak Tuhan.

Yang lebih aneh adalah munculnya
Article #841 of the Catechism says: "The Church's relationship with the Muslims. 'The plan of salvation also includes those who acknowledge the Creator, in the first place amongst whom are the Muslims; these profess to hold the faith of Abraham, and together with us they adore the one, merciful God, mankind's judge on the last day.'"

Artikel #841 dari Catechism menyatakan “ Hubungan Gereja dengan Muslim. Bahwa rencana penyelamatan termasuk mereka-mereka yang mengenal sang Pencipta, dimana diurutan pertama adalah kaum Muslimin; yang mengakui dan memegang iman Abraham, dan bersama-sama dengan kita mereka menyembah yang esa, Allah maha pemurah, Hakim seluruh umat manusia di hari akhir.”

Hal ini berarti bahwa Gereja Katholik percaya bahwa kaum Muslimin pun akan diselamatkan walaupun mereka tidak mengenal dan percaya pada Yesus sebagai Tuhan.

Hal tersebut tentu saja sangat mengherankan karena sebagai orang percaya kita yakin bahwa keselamatan hanya ada dalam Yesus dan melalui Yesus seperti tertulis di :

Yoh 14:6 “Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.

Kis 4:12 “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Catatan:
Tuhan Yesus adalah Juruselamat Manusia. Kita melihat orang dari buahnya, karena dari situ kita dapat tahu apakah yang dikerjakan itu baik atau tidak. Bukan dengan menggunakan salib dan lain-lain. Hal tersebut tidak akan memberikan jaminan seorang akan masuk surga. Bahkan seorang yag sudah melayani kita sendiri tidak tahu kehidupan dia bersama Tuhan. Karena di depan orang dia katakan baik tetapi ternyata semua itu tidak bisa dia lakukan dalam kehidupan dia sehari-hari.


Tulisan ini disampaikan apa adanya, karena suatu Kebenaran harus disampaikan. Jangan sampai suatu saat saudara-saudara yang tidak tahu menjadi kecewa dengan apa yang saudara percayai. Biar kebenaran yang dari Tuhan membuat kita dapat Mengerti. Amin

....................Mari Kita Belajar Mengetahui Kebanaran.......................

Kumpulan Life:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar