Senin, 01 Juli 2013

Kesaksian gadis rusia

Kesaksian dari seorang gadis rusia yang bergabung dengan organisasi pemuda komunis, yang berada dalam penjara tetapi masih tetap memaafkan setiap musuhnya. Ini adalah suatu kisah hidup yang dapat menjadi pelajaran untuk setiap kita.

Kisah Hidup Varia
Maria bertanya melalui jeruji-jeruji besi, "Varia, tidakkah kau menyesali apa yang kau lakukan?" "Tidak," gadis Rusia ini menjawab. "Dan jika mereka mambebaskanku, aku akan melakukannya kembali dan akan mengatakan kepada mereka mengenai kasih Yesus yang besar. Jangan pikir bahwa aku menderita. Aku amat senang bahwa Tuhan amat mengasihiku dan memberikan kepadaku sukacita untuk bertahan demi nama-Nya."

Itu pertama kalinya Maria dapat mengunjungi Varia di penjara. Sahabatnya kurus, pucat, dan babak belur, tetapi matanya bersinar dengan kedamaian dari Tuhan dan sukacita surgawi. Kedua remaja Rusia ini pernah menjadi teman sekolah di sekolah komunis dan tinggal di asrama. Varia, seorang anggota dari Organisasi Pemuda Komunis, telah terus-menerus mencibir dan mengganggu Maria, seorang Kristen. Sebagai balasan, Maria berdoa bagi gadis komunis muda ini dengan perhatian khusus.

Suatu hari Varia berkata, "Aku tidak dapat memahami makhluk jenis apakah dirimu itu. Di sini demikian banyak yang menghina dan menyakitimu, tetapi kau mengasihi semua orang.”

Maria mengatakan, "Tuhan telah mengajarkan kami untuk mengasihi semua, bukan hanya sahabat, tetapi juga musuh."

"Dapatkah kau mengasihiku juga?" tanya Varia.

Maria memeluknya dan mereka berdua mulai terisak-isak. Tidak lama kemudian, Varia menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadinya dan bersaksi secara terbuka kepada semua orang mengenainya.

Menjadi saksi di tengah-tengah pertemuan pemuda komunis
Maria menulis kepada orang tuanya, "Kami pergi bersama-sama ke perkumpulan orang-orang yang tidak bertuhan (pertemuan Organisasi Pemuda Komunis sekolah). Aku mengingatkannya supaya bersikap hati- hati, tetapi tidak ada gunanya. Aku pergi bersamanya untuk melihat apa yang akan terjadi. Setelah himne komunis selesai dinyanyikan, Varia maju ke depan dan dengan gagah berani dan dengan penuh perasaan di hadapan seluruh perkumpulan ia mempersaksikan kepada mereka yang berkumpul mengenai Yesus, Juru Selamatnya. Ia memohon kepada mereka semua untuk meninggalkan jalan dosa dan untuk datang kepada Kristus.

Semuanya menjadi sunyi dan tidak ada yang menyelanya. Ketika ia berhenti berbicara, ia menyanyikan himne Kristen dengan suaranya yang merdu: "Aku tidak malu untuk menyatakan Kristus yang mati dan kuasa dari salib-Nya." Setelah itu, mereka membawa Varia pergi. Kami tidak mengetahui apa pun lagi mengenainya. Tetapi Allah memiliki kuasa untuk menyelamatkannya. Berdoalah!"

Varia ditahan dipenjara
Bulan-bulan berlalu setelah pertemuan mereka di penjara yang hanya satu kali itu. Kemudian, Maria menerima sebuah surat dari sahabatnya yang berada di kamp pengasingan di Siberia. Varia menulis:

Hatiku memuji dan bersyukur kepada Allah, yang melalui dirimu telah menunjukkan kepadaku jalan menuju keselamatan. Kini, aku berada di jalan ini, kehidupanku memiliki tujuan dan aku tahu ke mana harus pergi dan bagi siapa aku menderita. Aku merasakan kerinduan menceritakan dan untuk mempersaksikan kepada semua orang mengenai sukacita yang besar akan penebusan yang aku miliki di dalam hatiku. Siapakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah dalam Kristus? Tidak seorang pun dan suatu apa pun. Baik penjara maupun penderitaan tidak mampu memisahkan kita dari kasih Allah. Penderitaan yang Tuhan kirimkan kepada kami hanya menguatkan kami lebih dan lebih lagi dalam iman kepada Dia. Hatiku demikian penuh hingga anugerah dari Allah melimpah.

Di tempat kerja, mereka mengutuk dan menghukum aku, memberikan kepadaku pekerjaan tambahan karena aku mau berhenti bersaksi. Aku harus menceritakan kepada setiap orang apa yang telah Tuhan perbuat bagiku. Ia telah membuatku menjadi pribadi yang baru, ciptaan yang baru, yang sebelumnya berada di jalan ke neraka. Dapatkah aku diam saja mengenai hal ini? Tidak, tidak akan pernah! Selama bibirku masih dapat berbicara, aku akan menyaksikan kepada semua orang mengenai kasih-Nya yang hebat.

Di sini terdapat banyak orang yang percaya kepada Kristus sebagai Juru Selamat pribadi mereka. Lebih dari setengah dari tahanan adalah orang-orang percaya. Di antara kami ada penyanyi-penyanyi hebat dan pengkotbah-pengkotbah Injil yang bagus. Pada sore hari, ketika kami dikumpulkan setelah pekerjaan yang berat, betapa menyenangkannya untuk melewatkan sedikit waktu bersama-sama dalam doa di kaki Juru Selamat kami. Bersama Kristus terdapat kebebasan di mana-mana. Aku belajar banyak himne yang indah di sini dan setiap hari Allah memberikan kepadaku lebih banyak dan lebih banyak lagi dari firman-Nya.

Semua saudara kami memberikan salam kepadamu dan bersukacita karena imanmu dalam Allah yang demikian kuat dan bahwa kau memuji Dia dalam penderitaanmu dengan tidak henti-hentinya.

Sumber: Judul buku: Jesus Freaks/ sabda.org


Kumpulan Kisah Nyata:

2 komentar:

  1. Dibalik sengsara, nikmat nikmat surga ada bersama. Dibalik derita, sukacita tiada dalam Yesus tak terkira. Puji Tuhan, Yesus mengasihi kita.

    BalasHapus