Sabtu, 29 Juni 2013

Cintailah yang Kudus


Panca indra kita yang sebelumnya diciptakan Tuhan untuk melihat hal-hal mulia dan kudus; mengecap hal-hal yang suci, mendengar hal-hal yang kudus; mencium hal-hal yang suci; akan menjadi najis dan cemar di tangan orang yang pikiran dan suara hatinya najis dan cemar.

Bagi orang kudus mata dipakai bukan melihat adegan-adegan yang najis, tetapi untuk melihat keagungan Tuhan dan karya-Nya serta hal-hal yang bertentangan dengan Firman-Nya sebab pikiran dan hatinya kudus, demikian juga dengan indranya.

Jadi, kudus tidaknya apa yang dilakukan oleh seseorang terletak pada pikiran dan suara hatinya. Oleh sebab itu, bagi mereka yang suara hati dan pikirannya najis harus diberi rambu-rambu larangan ini berlaku bagi mereka yang belum lahir baru dan mengikuti “dogeng-dongen Yunani dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran”.

Tetapi bagi mereka yang telah dilahirkan kembali dan supaya tidak kembali lagi ke dalam hidup lamanya, mereka harus memperbaharui pikirannya dengan Firman Tuhan setiap hari. Tanpa memperbaharui pikiran dan hidup dalam persekutuan dengan Tuhan, tidak mungkin bigi kita untuk hidup dalam kesucian dan menuruti perintah-perintah Allah. Oleh sebab itu, cintailah yang kudus dan suci.

Catatan:
Kesucian adalah sesuatu yang sangat sulit kita bisa temui saat ini, ditengah-tengah lingkungan kita, keluarga dan teman-teman. Tetapi itu tidak menjadi alasan buat kita, karena didalam Tuhan tidak ada kegelapan. Karena kita tahu bahwa kita anak-anak terang, kita dipercayakan Tuhan, untuk membawa terang Tuhan didunia ini. Ketika kita sudah hidup dalam kebenaran Tuhan, jangan kita menjadi orang yang sering menghakimi mereka yang berbuat salah, melainkan kita menegur mereka dengan kasih. Karena ada orang yang tidak suka dengan cara hidup kita, tetapi kita harus ingat bahwa Tuhan selalu mengutus kita di tengah-tengah kegelapan.

Bagi kita yang baru mengalami pertobatan, kita mengalami kesulitan untuk dapat keluar dari dunia lama kita. Bagaimana supaya kita jangan jatuh kedalam dosa yang sama adalah dengan menjaga hubungan pribadi mereka dengan Tuhan. Hubungan pribadi dengan Tuhan adalah kita memiliki waktu untuk berdoa, memuji dan membaca Firman Tuhan. Hal ini kita harus lakukan setiap hari. Kebanaran Firman Tuhan akan mengajari kita untuk dapat berbicara, ketika kehidupan kita yang lama berbicara kata kotor, namun sekarang tidak lagi. Amin

Kumpulan Kisah Nyata:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar