Senin, 24 September 2012

Doa Yang Mengubahkan


Salah satu Strategi iblis untuk menghancurkan kehidupan manusia adalah dengan merusak komunitas. Pada awalnya, pada awalnya manusia dapat berkonikasi dengan bebas bersama Tuhan. Tidak ada yang menghalangi. Tapi, begitu dosa masuk dalam kehidupan manusia, hubungan manusia dengan Allah terputus.

1) Jadi, yang pertama jika menghendaki doa kita membawa perubahan, maka kita harus memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan.”… Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Dia tidak mau mendengar, ialah segala dosamu” (Yesaya 59:2).

Perbaruilah hubungan kita dengan Tuhan. Akuilah segala dosa dan pelanggaran kita. Tidak ada dosa yang terlalu besar yang Tuhan tidak sanggup ampuni. Sebaliknya, tidak ada dosa yang terlalu kecil, yang tidak menghalangi hibungan kita dengan Tuhan. Jika kita merindukan doa kita dijawab dan dapat mengubah keadaan kita, bertobat dan memohon pengampunan dosa: “Oleh karena nama-Mu,ya Tuhan, ampunilah kesalahanmu, sebab besar  kesalahan itu" (Mazmur 25:11).

2) Yang kedua, adalah hubungan intim dengan Tuhan. Jika hubungan kita sudah disucikan oleh darah Yesus, maka kita harus melangkah lebih jauh lagi, yaitu membangun gaya hidup yang intim bersama Bapa di surga. "Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka" (Mazmur 25:14). Orang yang takut akan Dia adalah orang yang 'takut' berbuat dosa dan menjauhkan diri dari jalan orang berdosa. Sikap hidupnya menghormati Tuhan, menjadikan Tuhan di atas segalanya. Kepada orang seperti inilah, Tuhan menjanjikan: jalan yang harus dipilihnya (Mazmur 25:12b), menetap dalam kebahagiaan (Mazmur 25:13), anak cucunya akan mewarisi bumi, tidak akan kekurangan (Mazmur 25:13), Tuhan senang bergaul karib dengannya (Mazmur 25:14), perjanjian-Nya diberitahukan (Mazmur 25:14).

Begitu luar biasa janji Tuhan bagi orang yang takut akan Tuhan. Keintiman yang   sejati adalah   hasil respek, saling mengasihi dan menghargai. Jika kita  memposisikan sebagai mempelai wanita Kristus, maka kita juga mendapat  hak waris dari mempelai pria kita, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Apa yang dimiliki-Nya menjadi milik kita. Sebaliknya kehidupan kita juga sepenuhnya  milik-  Nya.

3) Yang ketiga, jika kita sudah memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, maka doa-doa yang kita panjatkan pastillah doa-doa yang sesuai dengan kehendak-Nya. Jika kita tidak mengenal dan mengasihi Dia dengan segenap hati, maka yang kita fokuskan hanya berkat-berkat-Nya, bukan Pribadi-Nya. Permohonan kita pun sering berkisar hanya untuk kepentingan diri sendiri. "Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu" (Yakobus 4:3).

Mari kita belajar memiliki waktu yang rutin untuk bersekutu secara pribadi     dengan-Nya. Keintiman akan menghasilkan pengenalan yang dalam    terhadap pribadi Kristus.

4) Yang keempat, jika kita sudah memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan, mintalah dengan sungguh-sungguh. "Carilah Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu" (Matius 6:33)

Hubungan yang akrab memberanikan diri kita untuk meminta, tapi tidak semena-mena. "Doa  orang benar jika dengan yakin didoakan sungguh besar  kuasa-Nya" (Yakobus 1:5).

Ketika doa kita seperti anak-anak dengan tulus, hati bersih, kita diberi keberanian percaya untuk menerima pertolongan tepat waktunya.

Amin. Tuhan memberkati. ***

Kumpulan Firman:

Kumpulan Kesaksian:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar