Senin, 06 Agustus 2012

Macam-macam Penglihatan


Alkitab Berbicara Tentang Penglihatan

Beberapa pertanyaan yang secara langsung timbul dalam pikiran saya ketika orang-orang mendengar tentang penglihatan atau pergi ke surga adalah: “Apakah ini berlaku zaman ini?” Apakah orang sungguh-sungguh mendapatkan penglihatan?” “Bagaimana saya bisa mengetahui apakah ini dari Allah atau bukan?”

Kita memiliki suatu acuan yang dapat menjelaskan semua pertanyaan yang ada, yaitu Alkitab.
Pada hari pentakosta, empat puluh hari setelah Yesus kembali ke surga setelah kebangkitannya dari kematian, Rasul Paulus mengutip suatu nubuatan yang diucapkan ratusan tahun yang lampau oleh Nabi Yoel. Petrus berkata bahwa nubuatan ini akan segera di genapi. “Hari-hari terakhir” yang dimaksudkan oleh Yoel dan Petrus sebenarnya telah dimulai pada hari Pentakosta, dan kini masih tetap ada sampai hari ini. Dalam Kisah Para Rasul 2:16-18, Petrus menyatakan: “tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan Nabi Yoël:
Akan terjadi pada hari-hari terakhir -- demikianlah firman Allah -- bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat.”
Anda bisa lihat beberapa karakteristik dalam ayat Kitab Suci ini diidentifikasikan oleh Nabi Yoel dengan “hari-hari terakhir,” hari –hari dimana kita hidup sekarang ini:
a. Allah akan mencurahkan Roh-Nya ke atas seluruh manusia, berarti setiap orang akan dapat memiliki hubungan dengan kuasa Allah dalam cara tertentu, kemudian diperhadapkan dengan cara mereka memperlakukan dan menanggapi pribadi Yesus.
b. Suatu gelombang kuasa yang berikan Allah akan turun atas pria dan wanita, muda dan tua, bahkan yang terendah sekalipun. Termasuk juga apakah anda berpendidikan atau tidak, apakah anda memiliki karunia-karunia tertentu atau tidak, Allah ingin menunjukan keperkasaan dirinya melalui semua orang.
c. Bahkan anak-anak muda, mendapatkan penglihatan-penglihatan, mimpi dan nubuatan.

Alkitab bukan saja berjanji bahwa orang-rang akan mendapat penglihatan, tetapi juga berisi kesaksian-kesaksian dari mereka yang telah mendapat penglihatan itu sendiri. Dalam Yesaya 6:1, Nabi Yesaya melihat Tuhan duduk di atas takhta, tinggi, dan menjulang. Nabi Yehezkiel, Yeremia dan Zakaria, yang memperkatakan firman Tuhan kepada anak-anak-Nya, masing-masing juga mendapat beberapa penglihatan. Dalam 2 Raja-raja 2:11, Elisa secara jelas melihat Tubuh Nabi Elia terangkat ke sorga oeleh kereta berapi.
Rasul Yohanes ketika dibuang di Pilau Patmos, melihat sejumlah penglihatan Rohani yang telah dicatat bagi kita di kitab Wahyu. Dalam kisah Para Rasul 10:9-16, Rasul Petrus tidak sadarkan diri dan memiliki penglihatan tentang hewan yang tahir dan tidak tahir. Penglihatan ini datng kepadanya tiga kali, dan Tuhan memberikan arti dari penglihatan itu, bahwa baik orang Yahudi (yang “tahir”) dan orang-orang bukan yahudi (yang “tidak tahir”) termasuk dalam rencana keselamatan Allah melalui Putra-Nya.

Ada empat macam penglihatan, sebenarnya ada lima, jika penglihatan “palsu” juga dihitung. Jenis penglihatan antara lain:

1. Penglihatan Terbuka
Selama terjadi penglihatan ini indera seseorang tidak menjadi mati melaikan mereka melihat secara langsung kedunia Roh; Allah telah membuka mata dan telinga mereka secara jelas kepada dunia Roh. Salah satu contoh dalam Alkitab terdapat pada Wahyu 4:1-2, dimana Yohanes mendapat penglihatan di Pulau Patmos:  Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya:
Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini. Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.  Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.

2.Penglihatan tidak sadar
Dalam jenis penglihatan ini, indera manusia ditutup tetapi orang tersebut dapat melihat kedalam dunia Roh. Rasul Petrus mengalami hal ini ketika ia memperoleh sebuah penglihatan pada waktu berdoa diatas rumah, dalam Kisah Para Rasul 10:9-10:
Keesokan harinya ketika ketiga orang itu berada dalam perjalanan dan sudah dekat kota Yope, kira-kira pukul dua belas tengah hari, naiklah Petrus ke atas rumah untuk berdoa.Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi.

3. Penglihatan batin
Penglihatan ini sering kali  dibandingkan dengan mimpi. Orang yang mengalaminya tidak melihat kedalam dunia roh, tetapi menerima pewahyuan di dalam dirinya sendiri, didalam  pikirannya. Daniel 2:28, Nabi Daniel mengacu pada jenis ini ketika ia menjawab Raja Nebukadnesar mengenai mimpi raja yang menganggu:
di sorga ada Allah yang menyingkapkan rahasia-rahasia; Ia telah memberitahukan kepada tuanku raja Nebukadnezar apa yang akan terjadi pada hari-hari yang akan datang. Mimpi dan penglihatan-penglihatan yang tuanku lihat di tempat tidur ialah ini.

4. Penglihatan pada malam hari atau mimpi
Hal ini terjadi pada kisah maria dan yusuf dalam matius 1:20. Yusuf telah bertungan dengan maria, tetapi saat itu maria sedang mengandung. Yusuf berencana untuk meninggalkan maria secara diam-diam agar tidak mencemarkan nama maria, Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata:
"Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus

Penglihatan-penglihatan bukan saja berhubungan dengan kejadian-kejadian yang ada dibumi atau keinginan manusia, tetapi juga mengenai rancana Allah yang besar yang ingin dinyatakan-Nya. Sesungguhnya, penglihatan, mimpi, dan tanda-tanda yang berasal dari Allah selalu menunjuk kepada Yesus dan apa yang Dia lakukan untuk menebus dosa manusia. Semua bertujuan untuk meninggikan nama-Nya dan bukan nama seseorang. Ketiga hal tersebut tidak pernah menawarkan jalan yang “berbeda” menuju Allah, melainkan  mengarahkan manusia kepada Yesus, yang dikatan Yohanes 14:6 sebagai “jalan, kebenaran, dan hidup.” Ketiga hal tersebut penuh dengan apa yang murni, baik, benar dan kudus, dan tidak pernah menyeruhkan kita melanggar perintah dan hukum-hukum Allah.

Pasti setiap kita ingin melihat Surga, tapi semua itu terjadi kalau Tuhan yang ijinkan semua itu terjadi dalam hidup kita. Hanya Tuhan yang menentukan siapa yang dapat menerimanya. Penglihatan dan mimpi di maksudkan untuk membantu rencana Allah selanjutnya di bumi ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar