Minggu, 12 Agustus 2012

Jangan biarkan Mahkotamu diambil "kesaksian"


Pentingnya Menggenapi Perjalanan kita
Sebelum era Gerakan Kharismatik, Dr. Brian J. Bailey adalah seorang yang masih muda di dalam pelayanan, hidup disebuah kota di Amerika Utara. Pada waktu itu, sangatlah tidak popular untuk dibatis dalam Roh Kudus dan memanifestasikan karunia-karunia Roh. Sayangnya, masyarakat Kristen di kota itu menjadi terpecahbelah karena masalah tersebut, dan Dr. Bailey mendapati dirinya jerjepit di antara kontroversi itu menjadi tidak tertanggukan lagi, ia berkata, “Tuhan, saya sudah cukup menderita. Ambil saja nyawaku. “Allah menjawab tubuhnya dan kemudian terbang dengan kecepatan yang luar biasa ke surga. Tetapi semakin dekat ke pintu gerbang surga, semakin besar kesedihannya yang dia rasakan. Lalu, di depan matanya, ia melihat seluruh kehidupannya terbentang di hadapannya seperti dalam film. Ia dapat melihat dirinya sendiri ketika masih bayi, dalam masa kanak-kanaknya, sebagai seorang remaja, sampai saat meninggalkannya. Tetapi kemudian film singkat itu berhenti dan yang ada hanyalah film-film kosong.

Kesedihan pada saat pergi ke surga tanpa menyelesaikan misi Allah
Beberapa saat kemudian berubah ia menyadari betapa sedihnya meninggal sebelum waktu yang ditentukan bagi seseorang, atau masuk ke surge dengan suatu perjalanan yang belum terselesaikan. Masih ada begitu banyak hal yang telah Allah rancangkan untuk ia lakukan di dalam dan melalui hidupnya. Allah membuatnya mengerti sejelas-jelasnya bahwa bukan saja penting bagi kita untuk masuk surga, tetapi juga untuk menggenapi misi kehidupan dan tugas kita. Kalau tidak, kita tidak akan siap untuk mengambil posisi kita di surga. Kita akan mendapatkan sesuatu tempat yang lebih rendah di dalam kerajaan Allah yang kekal, dan akan menyerahkan mahkota kita kepada orang lain. Allah tidak akan dapat berkata, “Baik sekali perbuatan itu, hai hamba-ku yang baik dan setia” kepada orang-orang yang telah menggenapi pekerjaan mereka namun belum menyelesaikan sebagian kecil dari padanya!

Dr. Beiley juga diberikan sebuah pengertian baru tentang Wahyu 21:4 yang berbunyi, “Ia akan hapus segera air mata dari mata mereka.” Ia kemudian mengerti bahwa di hadapan takhta penghakiman Kristus, banyak orang kudus yang meratap dengan sedihnya ketika mereka melihat upah kekal yang tidak dapat mereka raih, karena mereka telah digantikan dengan yang lain. Jadi, kita dinasihati di dalam Wahyu 3:11 untuk memegang teguh apa yang telah Allah berikan, “supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu.”

Kita akan diperintahkan untuk mempertangung jawabkan kehidupan kita
Suatu panggilan bukanlah sekedar undangan, melainkan sebuah perintah. Sebuah perintah untuk menghadap Hakim dan mempertangung jawabkan apa yang telah kita lakukan dengan hidup, waktu, talenta, dan harta milik kita. Perumpamaan-perumpamaan Tuhan mengungkapkan hal ini dengan jelas (Mat. 25:14-30; Luk. 19:12-27). Pekerjaan kita di bumi ini mempersiapkan kita untuk menjalankan suatu posisi kekal di dalam kehidupan kita yang akan datang. Tahun-tahun yang kita jalani di atas bumi hanyalah suatu persiapan untuk menghadapi kekekalan. Bahkan pekerjaan sekuler kita pun meningkatkan kualitas-kualitas rohani di dalam kita untuk memerintah bersama kristus. Jadi, kita tidak boleh meremehkan pekerjaan sekuler. Musa belajar di dunia sekuler (istana Firaun); hal ini adalah persiapan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari belenggu yang mengikat mereka menuju tanah pusaka mereka. Daud, sebagai seorang gembala dilatih di dalam perkara-perkara sehari-hari dalam kehidupan. Allah sedang mempersiapkannya untuk mengembalakan memelihara umat-Nya (Mazmur 78:70-72).

Allah bukan saja melatih Daud di dalam pekerjaan sekulernya untuk suatu pelayanan rohani, tetapi Ia pun sedang mempersiapkannya untuk suatu pelayanan di dalam kehidupan mendatang, karena Daud akan dibangkitkan pada massa millenium (zaman seribu tahun) dan menjadi seorang gembala bagi Israel (Yer. 30:9; Yeh. 34:23-24, 37:24-25; Hos. 3:5). Ingatlah kita pun sedang dibentuk untuk menjadi raja dan imam agar dapat memerintah bersama Kristus di dalam kekekalan (Why. 5:9-10; 1:6; 20:6).

Tentunya, karena belas kasihan Allah, Dr. Bailey kembali dari kematiannya untuk menceritakan kepada kita malam yang menakjubkan itu. Sejak itu, kehidupan dan khotbah-khotbahnya memohon dengan sangat kepada para pendengarnya agar menjadi para penyelesai. Paulus adalah seorang penyelesai dan ia berkata, “Aku telah mencapai garis akhir.” Yesus mendeklarasikan, “Aku telah… menyelesaikannya.” Daniel yang setia diberitahu bahwa ia akan mendapat bagiannya (harta pusakanya) pada kesudahan zaman (Daniel 12:13; Yosua 14:8; Yohanes 17:4; Kis. 13:25; 20:24; 2 Tim. 4:7). Janganlah kita biarkan siapapun mengambil makota kita!

Kumpulan Kesaksian:
Tuhan Telah Membuka Mataku

3 komentar:

  1. Trims, sangat inspirstif nagi para pelayan.

    BalasHapus
  2. Tuhan, tolonglah kami untuk dapat menjadi para penyelesai.. Amin..

    BalasHapus
  3. ..A.M.î.N....

    BalasHapus