Selasa, 13 November 2012

Orang Yang Bertobat “Penglihatan”


By: Mary Kathryn Baxter

Rantai Dosa Diputuskan
Di bagian belakang gereja itu pintu terbuka dan seorang yang sangat mabuk berjalan sempoyongan masuk. Rupanya dia datang dari pulau kecil di seberang sana. Dia berkata: “Akulah salah satu dari yang sedang kalian bicarakan, pak pendeta. Aku membutuhkan Tuhan. Aku perlu diselamatkan, sebab aku ini pemabuk.”

Dia berlutut di depan altar dan mulai menangis kepada Allah. Dua orang diaken maju ke mimbar dan melayani orang ini. Sambil menumpangkan tangan ke atasnya, mereka bertanya: “Apakah saudara bersungguh hati dengan Tuhan? Apakah saudara sungguh mau diselamatkan?”

“Ya, saya mau diselamatkan,” jawab orang itu. “Saya pemabuk. Saya rindu dilepaskan dari adiksi ini.”

Tiba-tiba muncul dua malaikat lagi. Mereka membawa gulungan kitab di tangan dan mulai mencatat kata-kata si pemabuk itu. Kemudian diaken mulai membimbing dia dalam prosesi pertobatan.

Saya melihat si pemabuk itu penuh dengan dosa. Tapi ketika diaken mulai berdoa untuknya, satu dari malaikat itu mulai menyentuh hati orang ini, lalu asap hitam tebal bagai kabut berisi hujan lebat meluap keluar dari dada orang itu.

Saya langsung teringat firman Allah tentang dosa yang meluap keluar dari hati: “Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan halhal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.” (Matius 12:35)

“Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Matius 15: 18-19)

Orang ini mulai berdoa kepada Allah dengan tangan yang terangkat. Saya melihat tubuhnya dililit pita-pita hitam yang lebar. Dia dibelenggu segala macam dosa, tapi yang paling besar adalah pita dosa adiksi alkohol dan mabuk-mabukan.

Seorang diaken berkata kepadanya: “Saudara harus mengaku semua dosa ini kepada Allah agar Dia memberimu pengampunan, agar saudara dapat dibasuh oleh darah Anak Domba.” Ketika dia mulai mengakui semua dosanya, seorang malaikat menyentuh dia. Saya melihat api keluar dari tangan malaikat itu. Semua tali pengikat itu terbakar dan terlepas dari diri orang itu.

Ini memberi dia kelegaan yang luar biasa. Dia mulai mengangkat tangan dan memuji Tuhan. Dia berdiri dan saya melihat kemuliaan Allah turun ke atasnya. Saya tahu Tuhan telah menghibur dia karena dia mulai bersorak memuji Tuhan.

Jemaat digereja
Ketika tiba saatnya untuk maju ke depan altar, saya melihat para malaikat berjalan-jalan di tengah jemaat sambil membujuk mereka untuk berjalan ke altar dan menyerahkan hati kepada Tuhan Yesus. Ketika malaikat menyentuh hati setiap individu yang sedang berlutut di altar itu, asap dosa hitam pekat mulai menguap keluar dari hati mereka. Menakjubkan pemandangan itu.

Saya melihat juga rantai-rantai yang membelenggu jemaat. Sewaktu mereka menerima pengampunan, para malaikat memutuskan rantai-rantai dosa tersebut dan membuangnya ke luar. Semua rantai pengikat itu mulai putus ketika orang-orang itu mulai mengangkat tangan sambil mengaku dosa kepada Tuhan Yesus.

Ada lagi hal lain terjadi. Ketika Firman Allah saya bacakan, Firman itu tampak seperti pedang yang melompat keluar dari halamanhalaman Alkitab lalu menembusi tubuh setiap orang dan langsung menyembuhkan penyakit apa pun yang mereka derita. Saya sendiri juga heran. Tapi kemuliaan Tuhan memenuhi ruangan itu dan saya bersyukur Dia bekerja melalui mujizat-mujizat untuk menyalurkan berkat-berkat sorgawi ke bumi.

Terpujilah nama Tuhan karena semua tanda ajaibNya itu. Saya yakin betul bahwa malaikat masih terus bekerja seperti itu, membantu saya melaksanakan pelayanan bagi hormat dan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus.

Sumber: Book A Divine Revelation Of Heaven
Terjemahan Pitan Daslani

Kumpulan Kisah Nyata:
Kesaksian Wanita Melayu




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar