Jumat, 09 November 2012

Profile Daud Tony "Mantan Dukun Indonesia"

Nama lain: Tukiman
Ayah: Tionghoa
Ibu: Jawa – Tionghoa

Latar belakang: Penganut Okultisme
Guru: kakek (Ilmu Putih) dan neneknya (Ilmu Hitam) yang sudah sangat terkenal di tahun 1970-an di dunia hitam, ada 2 guru tambahan lainnya yang menguasai ilmu pelet dan ilmu tenaga dalam (inti es dan inti api)

Nama kakek: Atmo Gejek
Nama nenek: Warsiki Gejek
Status: Keturunan tunggal Atmo Gejek.

Belajar Okultisme / Kebatinan: sejak usia 9 tahun.
Kemampuan (sebelum bertobat): menguasai ilmu hitam tertinggi dan ilmu putih tertinggi (ilmu awal: mencapai meditasi tertinggi – yakni meditasi sampai keluar sinar di dahi dan mengambang di atas air / aji tapak banyu. Ilmu yang lain: Ilmu sirep / mencomot pikiran orang, aji lembu sekilan / kebal, perogoh sukmo/pencabut roh, aji saipi angin / pergi ke tempat jauh dalam waktu satu detik, aji panglimunan / menghilang, ilmu santet, ilmu pelet, pasang susuk, aji singolodoyo, ilmu memanggil hewan, ilmu mematikan lampu, aji setan kober, aji hasto brojo, aji brojo musti, aji brojo lamatan, memiliki tubuh yg dilapisi “besi kuning”, ilmu Guntur Geni / pukulan tapak tanpa rasa, memiliki 100 macam pusaka, kitab stambul, jimat, dll)



Ilmu Pamungkas: Ilmu Guntur Geni / Pukulan tapak tanpa rasa (bisa menghancurkan batu yang berada pada jarak 50 km).

Bertobat pada waktu: kalah bertarung melawan hamba-hamba dari Yesus Kristus (Pdt. Gibert Lumoindong, Pdt. Stephanus Pingki, Deborah) – singkat cerita setelah kalah dengan berbagai ajian, dia mengeluarkan ilmu pamungkasnya – pukulan tapak tanpa rasa, tetapi apa yang terjadi, waktu ilmu itu nyaris mengenai ketiga pendeta itu, sesuatu yang luar biasa terjadi, ada cahaya berkilauan keluar dari tubuh ketiga pendeta itu dan menangkis serangan itu, akhirnya serangan berbalik kepada daud sendiri dan membuat dia terpental ke belakang kira-kira 10-12 meter, akibatnya fatal, daud langsung hilang ingatan seperti orang idiot selama setahun. Mengapa masih hidup? Karena Tuhan Yesus mengasihinya dan mempunyai rencana yang indah baginya.

Menjadi pulih ingatan kembali: ketika mendengar suara: “Aku adalah Aku” dari Yesus Kristus. (Perkataan pertama Yesus kepada daud tony: “Akulah Alfa dan Akulah Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Aku adalah Aku, Aku adalah Aku, Aku adalah Aku, Aku adalah Aku.” – Perkataan kedua Yesus kepada daud tony: Aku adalah Aku, Aku adalah Aku. Aku datang menemuimu, Akulah Raja Adil dari Timur. Akulah Alfa dan Omega, Sang Pencipta Alam Semesta. Lihat Aku telah mati, dan lihatlah Aku bangkit kembali. Akulah Terang, Aku adalah Aku.”)

Saat pertama melihat Yesus: “..Dia benar-benar menemui saya. JubahNya putih mengkilap, terang wajahNya melebihi terang matahari, sinarNya berwarna pelangi – kuning keemasan.”

Status sekarang: Hamba Yesus Kristus (Penginjil "Api")


EMAIL DARI USA, SAHABAT EV. TONY DAUD
Pertengahan Oktober 2007. Musim gugur di belahan bumi Utara. Hari masih gelap ketika mobil kami bergerak meninggalkan kawasan Bolingbrook di bagian selatan kota Chicago. Tujuan akhir perjalanan kami hari itu adalah kota Columbus (Ohio) di mana Pak Daud Tony akan bertemu dan sharing dengan persekutuan mahasiswa Kristen Indonesia di kota ini.

Dalam perjalanan ke Columbus siang itu kami rencana mampir di kota Cincinnati untuk mengunjungi Musim Penciptaan: www.creationmuseum.org Saya memegang kemudi, sedangkan Pak Daud duduk di samping saya dan dua rekan lagi duduk di kursi belakang. Dari Chicago ke Cincinnati lewat Indianapolis makan waktu 5 jam, lalu 2 jam lagi ke Columbus. Jadi banyak waktu di perjalanan untuk ngobrol. Bulan Agustus sebelumnya saya sempat bertemu sebentar dengan Pak Daud di KKR Dunia Roh Ministry di Melawai. Perkenalan saya dengan Pak Daud sebenarnya lebih banyak melalui buku-buku seri “Aneka Dunia” yang saya baca.

Pertanyaan saya pertama pagi dini hari itu di jalan raya bebas hambatan Interstate 65 antara Chicago dan Indianpolis adalah tentang asal-usul alam gaib yang berkaitan dengan kejatuhan Lucifer.
“Pak Daud, bagaimana sebetulnya mekanisme terbentuknya alam gaib?”
Jawab Pak Daud kurang lebih begini, “Begini Pak. Menurut guru (perdukunan) saya, sesudah jatuh, Lucifer dan anak buahnya menyatukan kekuatan mereka bersama-sama mereka memutar udara (atmosfir) sampai kecepatan cahaya, lalu pada saat sudah mencapai kecepatan cahaya itu tiba-tiba arahnya dibalik.”

Ketika Pak Daud menyebut “kecepatan cahaya” itu saya berpikir: Lho, ini kok nyerempet-nyerempet teori relativitas Einstein? Dalam istilah kerennya teori in dikenal sebagai Einstein’s Special Relativity Theory (Teori Relativitas Khusus Einstein). Keheranan saya bertambah lagi, ketika obrolan kami sampai ke topik hubungan materi dan energi.
“Guru (dukun) saya ngajari saya ilmu begini. Materi dalam energi dan sebaliknya energi dalam materi.”
Lho, ini khan kelanjutan dari Teori Relativitas Khusus yang disebut Hukum Kekekalan Massa dan Energi yang oleh Einstein dirumuskan dalam formula terkenal E = mc2.
“Pak Daud, di mana belajar tentang teori relativitas
Einstein?”
“Teori apa Pak?”
“Teori relativitas Einstein. Yang tadi Pak Daud sebutkan Materi dalam Energi dan Energi dalam Materi itu kan berdasarkan teori relativitas Einstein.”
“Wah saya malah baru dengar ….”
“Lho, yang bener Pak Daud. Lalu, kalau gitu Pak Daud dengar dari siapa?”
“Yang ngajari saya tentang ilmu Materi in Energy itu ya guru perdukunan saya.”
Dari mana dukun bisa tahu tentang Hukum Kekekalan Massa dan Energi? Dari mana lagi kalau bukan dari Lucifer atau antek-anteknya? Percakapan di atas membuat saya berpikir bahwa Lucifer sangat paham dengan fisika tingkat tinggi dan ilmu-ilmu canggih lainnya tentang alam semesta ciptaan Tuhan.

Alkitab mengajarkan bahwa Iblis (Lucifer) berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (1 Petrus 5:8). Cara atau modus operandi yang dipakai Iblis untuk mencari mangsa berbeda-beda disesuaikan dengan budaya setempat. Rupanya yang menggunakan strategi kontekstual bukan hanya kita yang mengabarkan Injil, tetapi Lucifer dan pasukannya pun mengerti betul tentang ampuhnya strategi kontekstual ini untuk memangsa dan menyeret korbannya ikut masuk ke neraka.

Sesudah hampir 20 tahun tinggal di Amerika, setiap kali ada kesempatan pulang ke Indonesia, saya perhatikan media elektronik semakin gencar menayangkan kisah-kisah mistis dan gaib. Sementara di media cetak semakin banyak iklan-iklan perdukunan baik untuk jodoh, keberuntungan, kesembuhan dan lainnya. Untuk yang terakhir ini ini sering dikemas dengan istilah yang lebih sopan, yaitu pengobatan alternatif. Pak Daud Tony dengan jenaka menyebut dukun-dukun modern ini sebagai “dukun reformasi”. Iklan-iklan pasang susuk juga bertebaran di mana-mana menawarkan berbagai macam susuk dengan tarif yang beraneka ragam pula.

Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih banyak tentang hal ini silakan membaca buku Dunia Jimat. Bagaimana dukun memasang susuk di dalam badan tanpa operasi bedah? Di buku itu dijelaskan bahwa susuk yang berada di alam nyata ditransfer kea lama gaib, lalu ditransfer kembali ke alam nyata di dalam tubuh pasien susuk. Mudah-mudahan misteri proses pemasangan susuk ini kelak bisa dijelaskan dengan fisika tingkat tinggi yang sangat boleh jadi berkaitan dengan Teori Relativitas pula.

Sementara di Amerika dengan konteks budaya yang berbeda Lucifer menggunakan modus operandi yang berbeda pula. Gerakan New Age semakin merambah ke segenap lapisan masyarakat dari White House sampai Hollywood. Gerakan ini bahkan sanggup menembus dinding-dinding gereja yang gembala dan jemaatnya tidak waspada dengan tipu muslihat Lucifer. Kelas-kelas yoga, reiki dan sejenisnya bermunculan di mana-mana. Kita bisa lihat di banyak pusat kebugaran (fitness center) baik di Amerika maupun di kota-kota di Indonesia kelas-kelas semacam ini banyak ditawarkan. Buku Dunia Tenaga Dalam ini menyadarkan dan membuka mata kita siapa sebenarnya sumber dan dalang di balik kesaktian tenaga dalam. Buku ini menelanjangi dan membuka kedok Iblis yang senantiasa berusaha mencari mangsa dan menyeret korbannya ikut ke neraka.

Saya berharap buku yang ditulis dengan gaya ringan dan jenaka ini akan dibaca oleh banyak pengikut Kristus agar tidak mudah terkecoh dengan tipu muslihat Iblis yang licik.

Ir. Timotius J. Saputro, MSc, MBA, PhD, CISA
Professor Sistem Informasi di USA
Sumber: http://pedson.blogspot.com

Kumpulan Kisah Nyata:









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar