Senin, 20 Juli 2015

Kesaksian Kelainan Jantung

Kesaksian, ketika pelayanan ke Amerika bertemu dengan temanku yang melayani disana. Dia menceritakan 2 minggu yang lalu dia hampir mati. Baca kesaksian dibawah ini..?

Kelainan pada Jantung
Waktu itu ketika saya baru selesai pelayanan, saya mau kembali lagi ketempat tinggal saya dengan naik pesawat. Dalam perjalan naik pesawat ketika itu saya merasa dada saya sakit dan sulit sekali bernafa, saya berdoa kepada Tuhan jangan sampai saya mati di pesawat, sampai tiba dibandara saya langsung pergi kerumah sakit.

Sampai dirumah sakit masuk ke ruang UGD, ketika di perikasa, dokter menyuruh saya berada di ruang ICU. Sakit saya adalah kelainan jantung dan dokter berkata besok pagi harus di operasi. Pada malam itu saya berdoa dan bertanya kepada Tuhan, bagaimana dengan Istri dan anak saya, saya mulai merasa ketakutan.

Bangun tengah malam
Pada malam itu saya tidur, tiba-tida tengah malam ada yang membangunkan saya. Ada seorang yang menyentuh bahu saya, ketika saya membuka mata tidak ada orang, saya kembali tidur, tidak lama ada seorang kembali memukul bahu saya, saya kira itu suster, saya bangun tetapi tidak ada orang. Sampai tiga kali saya teringat akan kisah Samuel di Alkitab, lalu saya berkata Tuhan jika ini Engkau berbicaralah kepada Hamba, saat itu Tuhan berkata kalau saya tidak mempercayi Tuhan, saya coba bertanya kepada Tuhan, bagaimana saya tidak percaya, kemarin saya baru kotbah tentang iman. Lalu Tuhan kerkata, sejak kemarin Tuhan tidak mendengar ada ucapan terima kasih dari saya.

Menyembah
Pada saat itu juga yang saya lakukan bukan di atas tempat tidur untuk berdoa melaikan saya turun dari tempat tidur, saya melihat kabel yang ditempel di badan saya ada warna merah dan biru di lepaskan sedangkan infus saya tidak lepas. Saya menaruhkan bantal dilantai dan saya berlutut, pada saat itu saya teringat akan lalu..”trima kasih Yesus ku bertrima kasih, puji syukur hanya bagi-Mu, ya Allahku dan Tuhanku..” Lagu ini saya hanya teringat reffnya saja sehingga, saya bernyanyi berulang-ulang sampai badang saya terasa lemas, tetapi saya mendapat kekuatan untuk berdiri kembali. Naik ke tempat tidur dan memasang semua alat kembali ke tubuh saya.

Kesembuhan
Saya mulai teringat seharusnya suster tahu, tetapi mereka tidak datang. Disitu saya tahu bahwa Tuhan sedang memulihkan saya. Paginya, saya mulai dibawah keruang operasi, sebelum di operasi saya kembali di perikasa, lalu dokter bertanya tadi malam kamu makan apa, saya kan puasa tidak makan. Tadi malam yang saya lakukan hanya menyembah Tuhan, dengan ucapan Syukur  kepada Tuhan. Dan dokter berkata bahwa kamu sudah sembuh, kamu tidak usah dioperasi. Disitu saya tahu ada kuasa dalam ucapan Syukur.

Kesaksian Pdt. Ir. Welyar Kauntu, ketika pelayanan ke Amerika, dia bertemu dengan temannya yang melayani di sana. kesaksian ini Anda dapat Download Mp3.

Catatan:
Apapun yang terjadi dalam hidup kita tetaplah mengucap syukur kepada Tuhan. Dari kesaksian ini kita diajarkan untuk melihat bahwa semua yang kita bisa kerjakan untuk suatu pekerjaan yang Tuhan mau kita kerjakantetaplah mengucap syukur. Ingat seuatu yang bersal dari Tuhan adalah yang mulia dan kudus.

>>> Mengucap Syukurlah <<<

Kumpulan Kisah Nyata:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar