Jumat, 03 Januari 2014

Diusir dari Mal karena Menyampaikan berita Keselamatan

Kesaksian, seorang pria yang baru bertobat dan mengaku baru lahir baru, David Wells, diusir dari sebuah mal di New Jersey karena ketahuan mengajak pengunjung mal yang lain berdiskusi tentang iman mereka.

Wells, 57, berkunjung ke mal Manmouth di Eatontown, New Jersey dan mulai memberikan selebaran "trillion-dollar bills" dan melemparkan pertanyaan mengenai "Apakah Anda akan ke sorga bila Anda mati nanti?" kepada pengunjung mal yang lewat.

Wells menjelaskan tujuan utama dirinya mendatangi mal tersebut adalah untuk mengajak para pengunjung berdiskusi tentang akhir tujuan hidup mereka. "Begitulah suatu perbincangan dimulai. Jika mereka tidak tertarik membicarakannya, saya tidak memaksa. Saya hanya ingin mengobrol. Saya bukan seorang yang ingin mendominasi dan bukan penginjil jalanan yang berdiri di atas kotak sabun," kata Wells kepada USA Today.

Ketika petugas keamanan mal berulang kali meminta Wells untuk berhenti menyebarkan selebaran di mal, Well dengan tegas menolaknya berkali-kali. Dia juga menolak untuk meninggalkan property selain didesak dari manajemen mal.

Dengan menggunakan pengetahuannya sebagai mantan petugas polisi, Well mengklaim bahwa pada 1994, Pengadilan Tinggi New Jersey memerintahkan New Jersey Coalition War di Middle East v.j.M.B. Realty Corporation memberikannya kebebasan untuk menyebarkan selebaran di mal.

Walaupun penginjilan bukanlah perkara mudah, namun Wells membuktikan bahwa masih ada orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk membawa orang mengenal Yesus. Lantas, bagaimana dengan kita?

Sumber: http://www.jawaban.com

Kumpulan Kisah Nyata:
Guru Besar Al Quran TANPA SENSOR !

2 komentar:

  1. whoa, salut sama Mr, Well! dari semua hal tentang mengikut Kristus, jujur saja, memberitakan kebenaran dan injil adalah yang tersulit. Saya sendiri merasa menjadi sangat kecil di tengah-tengah dunia ketika sedikit saja membuka pembicaraan mengenai jalan kebenaran-Nya pada orang-orang dunia. Namun saya tidak ingin perasaan takut atau segan pada dunia malah akhirnya menjauhkan Yesus dari saya. Saya mulai dari yang terkecil seperti keluarga, itupun sudah penuh dengan pro dan kontra. Perlahan-lahan saya meminta kekuatan dan keberanian dari Tuhan Yesus untuk saya, saya ingin mengabarkan kebenaran kepada orang2 yg bukan hanya dari keluarga. Saya begitu banyak membaca kesaksian dan merasa semua waktu itu hanya sia-sia jika saya mengetahui sesuatu tetapi membiarkan banyak orang yang saya kenal pergi begitu saja ke dalam tempat yang penuh dengan ratapan dan kertakan gigi. Walaupun membuat orang tidak percaya menjadi percaya itu sangatlah sulit, tapi saya yakin Rencana Tuhan tidak ada yang bisa menghalangi dan itu juga pernah terjadi atas saya. Yang terpenting adalah bagaimana hati kita percaya pada Dia. Dia berkata, tugas kita mengabarkan injil dan tugas selanjutnya diberikan pada roh kudus, agar setiap hati percaya dan jiwa terselamatkan. O ya, satu lagi, doa. Kuasa doa adalah luar biasa. Doakan setiap jiwa-jiwa yang belum selamat dan jiwa yang suam-suam kuku.
    tapi yang terpenting adalah, kita juga harus menjaga hati dan iman kita, agar jangan terlena jiwa kita selagi kita mengusahakan keselamatan jiwa orang banyak.

    seperti yang tertulis dalam Lukas 10:2 He told them, "The harvest is plentiful, but the workers are few. Ask the Lord of the harvest, therefore, to send out workers into his harvest field."

    Jesus loves us all~ let's be the light in this dark world, do not wait the good time, begin today :)

    BalasHapus
  2. Syallom, Please Like https://www.facebook.com/AkuMauCintaYesusSelamanya

    BalasHapus