Sabtu, 19 Oktober 2013

Beberapa Sekolah Pakistan Ajarkan Murid untuk Bunuh

Beberapa buku pelajaran di sekolah Pakistan kini berisi pesan mengerikan bahwa jika ingin menjadi martir (mati syahid), seseorang harus membunuh orang Kristen.

Menurut laporan yang disusun oleh Middle East media Research Institute (MEMRI), banyak buku pelajaran di Pakistan yang mengusung trend Muslim dan mempromosikan kebencian serta jihad di kalangan murid-murid sekolah dasar (SD). Kaum non-Muslim Pakistan juga diwajibkan belajar dari buku-buku tersebut semenjak usia muda.

"Selama sejarah Pakistan, sejak negara ini berdiri pada 1947, suara kebencian terhadap kaum non-Muslim telah menjadi fenomena yang normal di masyarakat Pakistan," demikian isi laporan.

Dalam laporan itu juga disebutkan, kelompok-kelompok Muslim Pakistan tengah melancarkan "serangan" melawan non-Muslim serta beberapa aliran Muslim seperti Ahmadiyah dan Syiah, yang dianggap sebagai "bukan Muslim sesungguhnya".

Menurut laporan, perlawanan antaragama ini merebak lantaran media nasional dan independen, serta pemerintah dan pemimpin agama telah mengesahkan kebencian terhadap agama minoritas. Tak heran jika gelombang penganiayaan terhadap Kristen Pakistan, Hindu, Muslim Syiah dan Ahmadiyah bermunculan di penjuru Pakistan.

Sejumlah pihak juga mengklaim bahwa anak-anak telah dipaksa untuk pindah agama ke Islam saat mereka duduk di bangku sekolah.

Uskup Agung Karachi, Joseph Coats mengiyakan keadaan tersebut. Menurut uskup yang juga mengepalai Dewan Uskup Pakistan ini, banyak murid sekolah yang berada dalam tekanan untuk pindah agama ke Islam, terutama mereka yang masih muda.

"Kehidupan sehari-hari kaum agama minoritas di Pakistan ditandai dengan kemelaratan, ketidakadilan, dan diskriminasi. Dalam buku sekolah, kaum non-Muslim dikenal sebagai warganegara kelas dua. Para guru berulangkali meminta siswa-siswinya untuk menulis karangan seperti: "tuliskan sebuah surat kepada temanmu untuk mendorong dia agar pindah ke Islam"," kata Uskup Joseph kepada agen berita Italia, AKI.

Aniaya terhadap pengikut Kristus merupakan hal yang telah diperingatkan oleh Yesus sejak duaribu tahun lalu. "Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku," demikian kata Yesus di Lukas 21:12.

Puji syukur kepada-Nya, kita tetap mendapatkan penghiburan dan penguatan melalui Dia. "Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." (Matius 5:10-12). Sumber: Jawaban.com

Kumpulan Kisah Nyata:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar