Jumat, 16 Agustus 2013

Kesaksian Majid El Shafie

Kesaksian Majid El Shafie, Apa yang terjadi saat seorang Muslim dari mesir…? Menyadari bahwa ada yang dapat menyelamatkan dia. Dia ditangkap oleh polisi, dengan menginterogasinya dengan kejam dan mencobah membunuhnya, bahkan keluarga tidak mengakuinya lagi, ini bukan hal yang mudah bagi dirinya.

Dibalik tekanan ada jawaban..?
Waktu saya sekolah di mesih sampai lulus SMA, lalu saya belajar hukum di Alexandria untuk menjadi seorang pengacara, dan tiga tahun pertama sekolah di Alexandria, saya menemukan ada 6000-7000 orang Mesir Kristen yang terpelajar dan mereka terpelajar tanpa alasan, hanya karena mereka orang Kristen, tidak ada alasan lain. Ada satu hukum dalam hukum mesir adalah melarang pembangunan gereja, boleh membangun bar, diskotik, tetapi tidak untuk gereja. Gereja-gereja yang ada dimesir adalah gereja kuno, dan hukum juga melarang untuk merenovasi gereja-gereja kuno.

Jadi, pada dasarnya tinggal tunggu waktu saja sampai hancur sendiri, jadi semua ini menunjukan bahwa ada sesuatu yang salah. Ada penganiaan, jadi saya mulai mempertanyakan mengapa ada penganiaan, saya mulai berbicara kepada sahabat saya yang bernama Taner. Sahabat saya adalah Kristen dan waktu itu saya Muslim, jadi kenapa ada penganiaan terhadap umat Kristen..? dia berkata “Dengar, kalau saya jawab kamu, jawaban saya bisa mempengaruhi persahabatan kita bersama. Tetapi saya akan berikan subuah buku, dan dalam butu tersebut kamu dapat menemukan jawabannya, pertama kali saya membuka buku tersebut, berbicara tentang keadilan, kasih dan pengampunan, lebih dari sekedar hukum, buku tersebut adalah Alkitab.

Arti dari pengampunan sejati…?
Yang pertama yang saya baca adalah Yohanes 8, dan disitu menceritakan ada seorang yang tertangkap berzinah, lalu wanita tersebut dibawa kepada Yesus oleh oleh orang farisi. Dan orang farisi tersebut bertanya kepada Yesus, tetang menghakiminya sesuai dengan hukum Musa. Yesus menulis ketanah dengan jari-Nya, dan mereka menanyai Yesus lagi. Lalu Yesus berkata kepada orang farisi “Siapa di sini yang tidak berdosa lemparkanlah batu yang pertama.” Dan orang yang seharusnya yang dapat melemparkan batu pertama adalah Yesus karena dia tidak melakukan dosa tetapi Dia tidak melakukannya, dan orang fasiri meninggalkan mereka berdua, Yesus mulai menatap wanita itu dan berkata,”Pergi dan jangan berbuat dosa lagi. Aku mengampunimu.” Ini adalah pertama kali saya melihat pengampunan sejati.

Saya mulai membaca Al-Quran dan membaca Alkitab, saya mulai membandingkan keduanya. Dan setelah hamper setahun, saya bicara kepada teman saya “Temer, saya sekarang tahu apa itu Kekristenan.” Kekristenan bukanlah suatu agama. Kekristenan bukanlah pergi kegereja setiap minggu dan bernyanyi haleluyah, puji Tuhan. Kekristenan adalah suatu hubungan pribadi dengan Tuhan. Saya percaya dan mau menerima Yesus dalam hatiku, semua yang saya miliki keluarga, harta dan karir, itu semua tidak ada artinya kalau saya masuk neraka.

Tertangkap oleh polisi
Saya mulai membuat suatu organisasi yang memperjuangkan nasib orang-orang Kristen dipenjara dan hak-hak orang Kristen. Organisasi kami memulai dengan 7 orang, dalam waktu 2 tahun menjadi 24000 orang, lalu saya menulis sebuah buku tentang iman saya.

Pada tahun 1996, jam setengah dua pagi ada yang mengetuk pintu saya, lalu saya buka pintu dan seorang polisi menanyakan, ada orang yang bernama Tranim, lalu saya berkata tidak ada, 2 menit kemudian lima tentara dan 2 polisi yang tadi datang kembali, lalu mendobrak pintu dan menangkapku, mreka katakan bahwa mereka tahu tentang buku yang kamu tulis dan juga organisasi yang kamu dirikan satu hal yang kami ingin tahu, siapa saja anggota grupmu. Saya berkata kepada mereka saya tidak tahu grup mana, dan kalau kamu tahu semua tentang saya, kenapa kamu masih bertanya? Mereka bilang, kamu mau main keras? Saya berkata keras itu nama tengah saya, mereka berkata jaga bermain-main, lalu mereka membawa akau kepenjara Abu-Za’abal. Penjara tersebut terkenal di Timur Tengah sebagai neraka di bumi.

Sistem penganiaan di dalam penjara Abu-Za’abal, orang yang mengetahu penjara tersebut, tetapi mereka tidak tahu apa yang telah terjadi didalam penjara tersebut. Ketika kamu ada dalam penjara tersebut maka mereka akan menganti namamu yang resmi didalam dokumen penjara. Tujuan tersebut supaya keluarga atau organisasi kemanusiaan, menanyakan tentangmu, kamu seolah tidak ada. Dan petugas yang menganiaya kamu, mereka selalu memakai penutup wajah, sehingga kamu tidak mengenal mereka, ketika mereka memanggil satu sama lain dengan angka, bukan nama. Dan setiap hari ada tingkat siksaan yang berbeda-beda. Jadi, pada hari pertama mereka gunakan tingkat tertentu dan ketika kamu tidak memberitahukan mereka maka siksaannya lebih meningkat, saya berada didalam penjara selama 7 hari tetapi saya bisa merasakan suda berada di sana seperti 700 tahun.

Hari pertama di penjara
Orang Kristen adalah seperti the celup, kamu tidak tahu seberapa kuat mereka sampai kamu taruh mereka didalam air panas. Jadi, saya tidak menyadarinya tetapi saya sudah mengira-ngira, sebelum mereka mereka melakukan penyiksaan mereka sudah memberitahu saya, jadi itu adalah peperangan mental dan fisik. Hari pertama mereka mencukur kepalaku dan mencelupkannya kedalam air dingin dan air panas, air dingin adalah air es dan mereka mencelupkan semenit disini dan semenit disana, lalu mereka kembalikan aku sel. Mereka memberikan perintah untuk saya memberikan nama-nama teman saya. Lau saya berkata kepada mereka sudah lama sekali saya tidak mandi jadi saya menikmati air panas dan air dinginnya, semakin saya tersenyum, menunjukan bahwa saya tidak takut, membuat mereka sangat marah.

Hari kedua dan ketiga
Pada hari kedua mereka menggantung kakiku, dan setengah tubuhku ada ditanah, setengah lagi tergantung. Mereka juga menyundutku dengan punting rokok dan menyayar punggungku, mereka juga mencambukku. Saya bisa rasakan bau darahku ketika mereka membawaku kembali ke sel. Mereka kembali meminta nama teman-teman saya tetapi saya kembali menolak. Mereka lalu mengancam, mereka berkata kamu tahu hukuman kamu besok, kalau kamu tidak berbicara kami akan menyakiti kamu besok. Mereka berkata akan membawa tiga anjing untuk mererangku, ketiga anjing tersebut sudah dilatih untuk meyerang manusia, mereka juga memakan daging manusia.

Pada hari ketiga, saya Cuma dapat berdoa meminta pertolongan Tuhan, dalam doa saya bertaka, bawa saya pulang sekarang sebelum apa yang terjadi pada diri saya. Ketika mereka datang untuk membuka pintu selku, dalam keadaan gelap, saya dapat melihat bayangan tiga anjing tersebut semakin mendekat dan suaranya, lalu saya pergi kepojok dan duduk disitu sambil menutup mukaku dengan kedua tangan, anjing tersebut datang kapadaku kemudian saya tidak mendengar apa-apa.

Saya tidak mendengar suara anjing-anjing tersebut, ketika saya angkat kedua tanganku dari mukaku untuk melihat apa yang terjadi, ketiga anjing itu hanya duduk-duduk saja, tidak ada satupun yang menyerangku, para tentara mereka memerintah untuk anjing-anjing itu menyerangku, anjing-angjing tersebut sudah dilatih untuk mematui mereka tetapi tidak ada tuan yang lebih tinggi selain Tuhan Yesus Kristus. Lalu mereka mengambil ketinga anjing itu, dan saya dapat mendengar salah satu tentara berkata, mungkin mereka lagi sakit, lalu mereka bawa tiga anjing yang berbeda, tetapi ketiga anjing ittu duduk di tempat yang sama, tetapi anjing yang ditengah maju kedepan dan menjilat mukaku, para penjaga mereka tidak mengerti apa yang terjadi, mereka membawa ketiga anjing itu dan menutup pintu penjara, kemudian mereka semua berbicara tentang mujizat, mereka tidak mengerti apa itu mujizat.

Hari keempat
Pada hari keempat, tentara nomor 27, seorang yang besar dan kuat datang membuka pintu, dengar, saya tidak takut akanmu, saya bilang, saya tahu kamu tidak takut akan saya. Sayalah seharusnya takut akan kamu, sayalah yang seharusnya ketakutan. Lalu dia berkata kepada saya, apabila kamu sebutkan nama teman-temanmu maka saya akan membebaskanmu dan memberikan apa saja yang kamu mau, kamu mau rumah besar saya berikan. Kamu mau mobil? Saya berikan. Kamu mau wanita cantik? Akan saya berikan. Apapun yang kamu inginkan akan saya berikan. Saya katakan saya suka, saya akan menerima penawaran ini tapi pertama-tama, saya belum makan selama 3 hari. Bawalah makanan dan setelah itu kita bicara. Kemudian dia datang membawa daging sapi, saya pun duduk dan makan, lalu dia berkata, sekarang kamu akan memberi tahukan orang-orang yang bekerja denganmu.

Saya katakan kami memiliki kelompok yang besar, saya tidak dapat memberi tahu semua nama anggotanya karena, tapi saya akan memberikan nama ketua kami, kamu bisa menangkapnya dan dia bisa memberikan dengan tepat semua nama semua anggota. Lalu dia bilang saya pikir kamu ketuanya. Saya berkata bukan pak, saya hanya pelayan. Lalu dia perintakkan untuk memberikan nama ketua kami. Saya bilang, nama ketua kami adalah Yesus Kristus. Jika kamu bisa menangkap-Nya. Tangkaplah Dia. Lalu dia memukulku.

Kemudian mereka mengambilku, karena hukuman keduaku saya bisa lepas dari mereka, oleh sebab itu mereka membawa aku keruang gelap yang lain. Dan situ ada kayu yang berbentuk salib, mereka mengambil pakaianku dan menyalibkanku selama 2,5 hari. Tidak dipaku melainkan, tangan leher dan kaki, diikat. Setelah 2 hari mereka membawa pisau dan menorah bahu sebelah kananku, lalu mereka menaru garam dan jeruk nipis di luka yang terbuka itu. Setelah selesai mereka menyiksa saya, saya hampir mati jadi mereka membawa aku kerumah sakit.

Didalam ruang rumah sakit, saya mengalami kehausan dalam sebuah visi. Dan Dia memberikanku air dari tangannya, dan dia berfirman jika kamu minum air-Ku, kenapa kamu masih butuh air yang lain. Dan saya pada dasarnya minum dari tangan Tuhan, pada hari berikutnya saya dapat menggerakan tangan saya, seminggu kemudian tubuh saya dapat digerakan dan tubuh saya pulih sepenuhnya.

Catatan:
Apapun keadaan saudara, kita harus tetap setia sampai kita dibawah pulang kembali kesurga. Jangan pernah jual iman kita dengan apapun juga yang ditawarkan oleh dunia ini. Setan tahu bahwa kita nanti akan masuk surga oleh sebab itu, setan berusaha dengan timu muslihat untuk mengubah hati kita kepada dunia. Sebaliknya Tuhan Yesus mengajari kita untuk menjadi Terang dunia. Amin


Kumpulan Kisah Nyata:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar