Rabu, 24 Oktober 2012

Peramal Nasib

Pertobatan Eku Hidayat “Matan Peramal Nasib”
Bagian 1: Saya sebagai persiden direktur, Saya memiliki penglihatan dunia roh, Ilmu Peramal Nasib, Saya coba memidahkan kuburan, Tebu memanjang sampai ke langit, Pulau bali adalah tempat penyembahan dewa yang sangat kuat. Gratis Download Kesaksian ini bagian 1 dan 2 .. Dengar & Download Mp3. 


Latar belakang saya sebagai persiden direktur
Saya belajar ilmu dalam versi Tionghoa, dari seorang guru yang sudah 42 tahun belajar ilmu tersebut. Sayapun belajar darinya, ilmu tersebut menggunakan bacaan hok hiong, pakai mantra lun combo apa kegunaan mantra ini adalah dengan cara ditekuning baca mantra itu, maka anda bisa menghilang, juga bisa medantankan hujan. Guru saya dapat mjenolong orang yang kena santet. Sedangkan saya diturunkan ilmu dari guru saya suda 90 %, ilmunya suda diturunkan, dan tinggal sedikit lagi, saya sudah belajar 7 setengah tahun.


Karena saya seorang presdil maka, yang saya cari bukan kekayaan tetapi kekuatan. Selama saya berguru di perguruan tersebut, saya sering memberikan bantuan seperti mobil maupun motor, hal tersebut membuat saya jadi anak emas dari guru saya. Jadi kalau sedang belajar ilmu, saya selalu di jaga dan diberikan yang terbaik, ilmu-ilmu bacaan mantranya. Saya juga diharuskan untuk  menyembah 28 patung-patung dengan karpet merah tebal, dari patung-patung mini yang saya sembah dan setiap patung itu ada bacaannya.

Saya memiliki penglihatan dunia roh
Dalam tahun kelima yang terjadi, mata roh saya terbuka, membuat saya melihat macam-macam penglihatan. Saya belajar dibangkok, kalau jawa timur, jawa barat dan jawa tengah itu semua sudah sampai terakhir saya memiliki suatu matra in tian he soon artinya raja segala raja. Saya harus belajar 40 hari, dengan syarat harus vegetarian, makanan berjiwa dan dalam satu hari harus makan satu kali. Dan terakhir saya belajar ilmu itu tidak boleh bicara. Sampai saya lulus, saya mendapat penglihatan-penglihatan luar biasa. Sampai orang yang memiliki duit, dibajunya saya tahu.

Ilmu Peramal Nasib
Ilmu peramal nasib itu bahong, karena yang saya pelajari dapat berbicara dengan roh orang lain. Bagaimana caranya? karena manusia memiliki roh. Ketika seseorang datang kepada saya minta diramalkan, orang tersebut saya bilang kamu diam dulu, karena saya mau berdoa, tapi sebenarnya saya tidak berdoa, sambil orang itu diam saya baca mantra. Saya cabut rohnya, yang saya lakukan adalah dengan keluarkan roh mereka, lalu saya Tanya siapa namamu, nama keluarganya, setelah saya tulis saya tahu, orangnya kaget, ko bapak tahu, padahal saya tidak tahu, tapi dia yang beri tahu saya. Jadi peramal nasib semuanya bohong, karena dunia roh tidak ada ruang dan waktu. Saya bisa menangkap rohnya, dan bertanya kepada rohnya, maka rohnya akan memberitahukan semuanya rumahnya dimana, orang pasti katakan ini suhunya hebat.

Mereka percaya, memang betul saya tidak kenal mereka. Saudara ilmu yang saya pakai semua adalah tipuan. Demikian juga peramal nasip, saya kalau meramal nasib, tidak pakai dupa dan mantra, orang percaya itukan hanya tulisan-tulisan, saya Cuma Tanya, hari apa lahir, taggal, bulan, tahun. Dengan angka-angka yang ada, tinggal dihitung maka, saya dapat ramal nasib orang. Karena saya tidak pakai mantra dan dupa orang percaya kalau saya melakukan perhitungan.

Saya coba memidahkan kuburan
Satu saat , saya coba membuat nasib orang. Lalu saya mengalami kebingungan, saya, Tanya guru saya, guru kalau orang yang ada di pesawat, tiba-tiba mengalami kecalakaan, apakah hari sialnya sama? Guru saya juga katakan, saya juga tidak tahu. Apalagi kalau orang tionghoa kalau pindahin kuburan paling takut. Saya pernah disuruh seorang istri, untuk memindahi kuburan suaminya, saya baca di bukunya, wah celaka, anaknya 8, ibu anaknya harus datang, karena saya, sudah lihat kuburannya, nanti ada yang sial. Di panggil semua anaknya dari luar negeri untuk datang. Kalau pekara untuk sial takut mereka, mereka semua datang. Kalau begitu kita cari hari yang baik. Kalau anda telah percaya kepada peramal nasib maka engkau telah menaruhkan hidup anda, kepada setan.

Saya meramalkan pertandingan sepak bola
Saya bikin hu 9 macam, saya temple di pintu rumah, di beri kekuatan, betul ada sinar, cuma siapa yang jaga, lalu saya lihat di jalan ada roh-roh di jalan, saya piker roh itu baik. Saya bingun kalau membedakan manusia dengan roh. Orang  yang terlibat dalam usaha saya tidak terlambat untuk bayar utang. Saya coba nontong sepak bola, lalau saya penasaran siapa yang menang ini, ketika saya tahu nama negaranya, saya bisa baca mantra dan bisa ngobrol dengan penguasa roh yang ada di lapangan sepak bola, saya bertanya siapa yang menang lalu diberitahu, maka hasil dari kemenangan sepak bola, persi seperti yang telah diberitahukan, ketika itu saya beri tahu teman-teman untuk berjudi, hasil dari pertandingan sepak bola, ternyata menang.

Karena ketagihan main lagi, main judi kalau kalah dan menang pasti mau coba lagi. Lalu saya beri tahu kepada guru saya, dan guru saya marah tidak suka, maka saya di suruh puasa lagi 40 hari, dari situ saya takut untuk melakukannya lagi.

Tebu memanjang sampai ke langit
Kalau orang tiong hoa mau sembayang, menggunakan tebuh, saya yang memiliki matah roh saya bisa melihat tebu tersebut naik kelangit. Ketika lagi sebayang, lihat ke langit, saya dapat lihat roh-roh di langit, siapa yang tidak senang, karena saya merasa ilmu saya hebat. Ketika saya ke suatu tempat dan ada roh-roh di situ, saya coba untuk melawan dengan ilmu saya.

Dibali adalah tempat penyembahan dewa yang sangat kuat
Ketika saya dan guru saya kebali, guru saya mau kabur, karena ada roh yang lebih kuat, guru saya sampai takut. Jadi di depan mobil diberi bendera kecil, jadi setipa roh yang mau datang langsung pergi. Roh apa yang saja, saya ketemu di bali, sun go kong, petruk, garen, dewa dan lain-lain. Saya diangkat menjadi anak oleh dewa neraka.

Klik bagian ke 2:
Bagian 2: Saya di ajak bertobat, Saya santet Hamba Tuhan yang tidur, Saya kalah, Saya diajarkan Alkitab, Saya didoakan, Guru saya marah, akibatnya dia sakit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar