Rabu, 01 April 2015

Hussain dianiaya di sekolah

Kesaksian anak sekolah berumur 12 tahun di aniayah oleh teman-temannya di sekolah karena sudah memilih kepercayaan yang baru. Hal ini adalah harga yang mahal untuk seorang anak tetap teguh beriman kepada Kristus. Karena kepercayaan kepada Kristus yang dulunya adalah Muslim. Kejadian ini sering dialami  pada umumnya di negara Islam. Kisah Hussain bocah 12 tahun yang menyatakan iman kristen dia secara terbuka, tinggal di negara Turki. Ayah dia bernama Hakim.

Hussain bocah 12 tahun
Bukan bentuk kalung yang di pakai tetapi makna yang indah dibaliknya. Aku ingin orang-orang menanyakan salib yang saya gunakan, hal tersebut akan membuat saya dapat menceritakan tentang Kristus kepada mereka.

Keluarga Hussain
Hussain pada waktu itu berumur 9 tahun ketika ayahnya masih menjadi seorang ulama. Ayahnya telah mempelajari Alquran di Iran dan Syria. Namun, dia memiliki beberapa pertanyaan tentang Islam. Pertanyaan itu tidak bisa dijawab oleh ulama-ulama lainnya. Kemudiaan dia mulai mencari kebenaran. Ternyata setelah dia mencari, dia menemukan didalam Kitab Injil. Didalam kitab tersebut dia bertemu Kristus. Hakim memutuskan membawa keluarganya ke gereja.

Hussain, saya merasa senang ketika bernyanyi di Gereja. Saya merasa harus belajar lebih lagi tetang hal yang baru ini. Dan setelah ia menerima Kristus, ia membagikan berita Injil dengan orang lain. Dia tidak menyadari bahaya yang mengintainya karena dia telah meniggalkan Islam.

Saudara perempuanya melihat Hussain menggunkan kalung salib. Dengan cemas ia bercerita kepada orang tua mereka bahwa Hussain telah bilang kepada orang-orang bahwa keluarga mereka telah menjadi Kristen.

Orang tua mereka takut akan penganiayaan oleh Muslim yang taat. Maka orang tua Hussain melarannya untuk mengunakan salib. Karena kami tahu akan terjadi masalah buat dia. Kami tidak mau ada Konflik dengan orang lain. Tetapi kami sadar bahwa kamilah yang bermasalah, bukan Hussain. Kami memutuskan untuk seperti Hussain, yaitu lebih terbuka tentang iman Kristen kami yang baru.

Disekolah
Teman-teman sekelas yang Muslim mengejek saya di sekolah. Mereka meludai saya dan memukulku. Saya mau melaporkan mereka kepada kepala sekolah. Mereka memengang tanganku dan meramasnya lalu saya berteriak.

Hakim bertemu dengan ayah dari anak yang menganiaya anaknya, saya berpikir ayahnya akan kuatir akan perilaku anaknya yang keras, melainka dia mengolok-olok aku. Jika saya melaporkan perilaku anaknya. Beberapa penganiayaan yang terburuk yang dialami Hussain bukanlah dari teman-teman sekelasnya saja.

Hussain menolak untuk kesekolah jadi aku bertanya masih dipukulioleh anak-anak itu. Katanya, tidak. Tapi oleh guru agamaku. Seperti di negara Islam lainnya, semua anak harus belajar agama Islam, apapun agama mereka. Mereka yang menolak untuk menghafalkan Alquran dan doa Islam seringkali dipukuli oleh guru agama. itulah yang terjadi pada Hussain. Dia berkata dia selalu dihukum dengan tongkat kayu dipukul sebanayak 2 kali. Hanya karena dia menolak untuk megucapkan kalimat syahadat. Saya tidak suka mengucapkan itu, kalimat itu tidak ada di hatiku. Tiada artinya bagiku lagi. Hakim ke sekolah untuk menanyakan mengapa anaknya yang Kristen dipukuli karena menolak mengafalkan doa Islam. Alasan mereka kepala sekolah dan para orang tua setuju setiap anak sekolah harus menghafalkan doa Islam.

Pemukulan oleh gurunya, penganiayaan oleh teman-teman sekelasnya akhirnya berakibat buruk pada Hussain karena dia tress dan trauma, dia mulai mengalami penyakit. Sekarang dia minum obat-obatan untuk mengatasi penyakit itu.

Sekarang Hussain disekolah yang baru dimana penganiayaan lebih berkurang. Dia bersikeras tidak akan pernah kembali ke Islam bahkan dia harus dianiaya yang lebih parah. Kristus bersabda, “Engkau akan menderita karena-Ku.” Tidak apa-apa menderita untuk Kristus. Seharusnya kita bahagia menderita untuk Kristus. Tuhan besertaku. Dan Hussain berkata ia terus menceritakan tentang Yesus kepada orang-orang tanpa kalung salib.
..... Vidio Kesaksian ini di Download ......

Catatan:
Kesaksian ini menceritaka tentang suatu kebenaran yang terjadi. Biarlah ini menjadi pelajaran buat kita untuk tetap setia kepada Kristus. Ada banyak persoalan pasti kita lewati tetapi jangan sampai membuat kita menyerah dan menyagkal iman kita di tengah-tengah orang tidak percaya. Kasih Kristus terpancar dalam hidup kita. Amin

......... Berjalan dengan TUHAN yang Terbaik .........

Kumpulan Kisah Nyata:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar