Minggu, 25 Oktober 2015

Kesaksian Rio dibawah ke Surga dan Neraka

Kesaksian Rio Firmansyah tinggal di Jakarta. Saya dahulu saya seorang beragama muslim dan sebagai seorang Islam saya menjalankan syari'at dan perintah-perintah-Nya. Saya selalu sholat 5 waktu dan tahajud tak pula lupa zakat dan fitrah dan puasa wajib dan puasa di bulan ramadhan. Semuanya saya menjalankan dengan setulus hati saya. Dari saya TK saya selalu diajari mengaji oleh orang tua saya. Saya sudah ditinggalkan oleh alm. papa saya di tahun 2007. Semua urusan rumah tangga dan anak-anaknya mama saya yang urus sampai besar-besar dan bersekolah sampai tinggi.

Selamat menyaksikan kesaksian saya. Tuhan memberkati.

Sabtu, 17 Oktober 2015

Hati-Hati Jalan Berlubang

Kalau ada lubang menganga di tengah jalan, anda tentu tidak akan cuek menabrak lubang tersebut melainkan menghindarinya. Jika anda pengendara motor, itu bisa sangat membahayakan nyawa atau menimbulkan cedera. Bagi yang pakai mobil mungkin tidak sampai separah itu, tapi tetap saja kaki-kakinya dan berbagai onderdil lain di kolong mobil bisa rusak. Ongkos memperbaikinya bisa menghabiskan uang yang tidak sedikit.

Saya yakin tidak ada seorangpun yang akan dengan sengaja mengarahkan kendaraannya ke lubang, apalagi kalau besar. Setidaknya kalaupun harus kena lubang, kendaraan akan dipelankan saat melintasinya. Tapi tetap saja ada korban dari jalanan yang dibiarkan berlubang-lubang, yang biasanya terjadi karena sang pengendara kurang hati-hati. Bisa jadi tengah melamun, atau kurang konsentrasi saat mengemudi, atau karena tidak fokus sambil mengerjakan hal lain.

Selasa, 13 Oktober 2015

Lama tidak memiliki bayi? Tuhan punya rencana

Kesaksian, pasangan suami isteri yang sudah hidup beberapa lama tetapi belum mepunyai keturunan. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi.

Setelah bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga pasangan tersebut sangat bahagia. Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili, teman-teman dan sahabat-sahabat, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut bersukacita dengan mereka. Dokter menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki-laki dan perempuan.Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi kondisi bayi laki-laki. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi untuk sang ibu dan bayi laki-laki nya.

Sabtu, 03 Oktober 2015

Mantan Presiden AS Tetap Melayani dengan usia sudah 90 tahun

Kesaksian, dalam keadaan sakit tetap melayani, ini yang dilakukan oleh seorang yang pernah menjadi Presiden Amerika. Biarlah dengan kesaksian ini dapat menjadi berkat buat kita, selamat membaca..?

Menderita kanker tetap melayani di rumah Tuhan
“Ketika berbeban berat, datanglah kepada Tuhan,” demikian Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Jimmy Carter menyampaikan pesan yang begitu kuat dan pribadi dari biasanya saat mengajar Sekolah Minggu di kota kelahirannya di Plains, Georgia. Untuk pertama kalinya pria berusia 90 tahun ini kembali memberikan pengajaran di gereja sejak didiagnosa menderita kanker, yang informasinya telah menyebar sampai ke bagian otak pada Kamis (20/8).

Senin, 28 September 2015

Gagal Disantet Gubernur DKI Ahok

Didepan para pejabat baru, Gubernur DKI Ahok menceritaan kesaksiannya. Dia pernah di santet tetapi tidak bisa, apa yang terjadi selanjutnya. Baca kesaksian dibawah ini?

Saat Pelantikan
Saat tengah melantik sebanyak 327 pejabat baru DKI Jakarta di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat 4 September 2015, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengingatkan para pejabat untuk tidak main dukun. Dalam kesempatan itu, Ahok menegaskan kepada para pejabat baru tersebut agar segera menghadap secara pribadi apabila kepemimpinannya tidak baik.

Ahok menyampaikan agar tidak perlu main dukun untuk menyerang dirinya. Ia mengaku pernah mengalami kejadian gagal disantet oleh orang yang tidak suka dengan dirinya. Pengalaman itu terjadi saat menjabat sebagai Bupati Belitung.

Rabu, 23 September 2015

Pengungsi Dari Timur Tengah Masuk Gereja di Jerman

Ribuan pengungsi Timur Tengah yang tiba di Jerman dipandang sebagai dua sisi berlawanan oleh negara Uni Eropa. Di satu sisi, Eropa menghadapi ketidakmampuan dalam menahan arus deras peningkatan pengungsi dan di sisi lain banjirnya pengungsi berdampak signifikan dengan peningkatan jumlah jemaat di sejumlah gereja di Jerman.

Seperti dikutip dari Satuharapan.com, Jerman sedang mengalami lonjakan pengungsi yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan jumlah imigran yang mencapai 800.000 orang. Para imigran ini datang dari negara-negara yang tengah dilanda perang saudara, seperti Irak, Afghanistan, Pakistan, Suriah, Sudan Selatan dan Libya. Adapula yang datang dari negara jauh seperti Rostock di Laut Baltik. Namun untuk mendapatkan hak tinggal atau suaka, pengungsi harus tetap memenuhi persyaratan yang ditetapkan pemerintah. Salah satu yang mereka lakukan adalah dengan mengubah keyakinan dengan mengikuti ‘kursus kilat’ agama Kristen demi mendapatkan suaka tersebut.