Minggu, 24 Maret 2013

Kesaksian Ahok, “Wakil Gubernur Jakarta”


Kesaksian Basuki Tjahaja Purnama
Saya lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, di Belitung Timur, di dalam keluarga yang belum percaya kepada Tuhan. Beruntung sekali sejak kecil selalu dibawa ke Sekolah Minggu oleh kakek saya. Meskipun demikian, karena orang tua saya bukan seorang Kristen, ketika beranjak dewasa saya jarang ke gereja.

Saya melanjutkan SMA di Jakarta dan di sana mulai kembali ke gereja karena sekolah itu merupakan sebuah sekolah Kristen. Saat saya sudah menginjak pendidikan di Perguruan Tinggi, Mama yang sangat saya kasihi terserang penyakit gondok yang mengharuskan dioperasi. Saat itu saya walaupun sudah mulai pergi ke gereja, tapi masih suka bolos juga. Saya kemudian mengajak Mama ke gereja untuk didoakan, dan mujizat terjadi. Mama disembuhkan oleh-Nya! Itu merupakan titik balik kerohanian saya. Tidak lama kemudian Mama kembali ke Belitung, adapun saya yang sendiri di Jakarta mulai sering ke gereja mencari kebenaran akan Firman Tuhan.

Suatu hari, saat kami sedang sharing di gereja pada malam Minggu, saya mendengar Firman Tuhan dari seorang penginjil yang sangat luar biasa. Ia mengatakan bahwa Yesus itu kalau bukan Tuhan pasti merupakan orang gila. Mana ada orang yang mau menjalankan sesuatu yang sudah jelas tidak mengenakan bagi dia? Yesus telah membaca nubuatan para nabi yang mengatakan bahwa Ia akan menjadi Raja, tetapi Raja yang mati di antara para penjahat untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Ia masih mau menjalankannya! Itu terdengar seperti suatu hal yang biasa-biasa saja, tetapi bagi saya merupakan sebuah jawaban untuk alasan saya mempercayai Tuhan. Saya selalu berdoa “Tuhan, saya ingin mempercayai Tuhan, tapi saya ingin sebuah alasan yang masuk akal, cuma sekedar rasa doang saya tidak mau," dan Tuhan telah memberikan PENCERAHAN kepada saya pada hari itu. Sejak itu saya semakin sering membaca Firman Tuhan dan saya mengalami Tuhan.

Setelah saya menamatkan pendidikan dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi pada tahun 1989, saya pulang kampung dan menetap di Belitung. Saat itu Papa sedang sakit dan saya harus mengelola perusahaannya. Saya takut perusahaan Papa bangkrut, dan saya berdoa kepada Tuhan. Firman Tuhan yang pernah saya baca yang dulunya tidak saya mengerti, tiba-tiba menjadi rhema yang menguatkan dan mencerahkan, sehingga saya merasakan sebuah keintiman dengan Tuhan. Sejak itu saya kerajingan membaca Firman Tuhan. Seiring dengan itu, ada satu kerinduan di hati saya untuk menolong orang-orang yang kurang beruntung.

Papa saat masih belum percaya Tuhan pernah mengatakan, “Kita enggak mampu bantu orang miskin yang begitu banyak. Kalau satu milyar kita bagikan kepada orang akhirnya akan habis juga.” Setelah sering membaca Firman Tuhan, saya mulai mengerti bahwa charity berbeda dengan justice. Charity itu seperti orang Samaria yang baik hati, ia menolong orang yang dianiaya. Sedangkan justice, kita menjamin orang di sepanjang jalan dari Yerusalem ke Yerikho tidak ada lagi yang dirampok dan dianiaya. Hal ini yang memicu saya untuk memasuki dunia politik.

Pada awalnya saya juga merasa takut dan ragu-ragu mengingat saya seorang keturunan yang biasanya hanya berdagang. Tetapi setelah saya terus bergumul dengan Firman Tuhan, hampir semua Firman Tuhan yang saya baca menjadi rhema tentang justice. Termasuk di Yesaya 42 yang mengatakan Mesias membawa keadilan, yang dinyatakan di dalam sila kelima dalam Pancasila. Saya menyadari bahwa panggilan saya adalah justice. Berikutnya Tuhan bertanya, "Siapa yang mau Ku-utus?" Saya menjawab, “Tuhan, utuslah aku”.

Di dalam segala kekuatiran dan ketakutan, saya menemukan jawaban Tuhan di Yesaya 41. Di situ jelas sekali dibagi menjadi 4 perikop. Di perikop yang pertama, untuk ayat 1-7, disana dikatakan Tuhan membangkitkan seorang pembebas. Di dalam Alkitab berbahasa Inggris yang saya baca (The Daily Bible – Harvest House Publishers), ayat 1-4 mengatakan God’s providential control, jadi ini semua berada di dalam kuasa pengaturan Tuhan, bukan lagi manusia. Pada ayat 5-10 dikatakan Israel specially chosen, artinya Israel telah dipilih Tuhan secara khusus. Jadi bukan saya yang memilih, tetapi Tuhan yang telah memilih saya. Pada ayat 11-16 dikatakan nothing to fear, saya yang saat itu merasa takut dan gentar begitu dikuatkan dengan ayat ini. Pada ayat 17-20 dikatakan needs to be provided, segala kebutuhan kita akan disediakan oleh-Nya. Perikop yang seringkali hanya dibaca sambil lalu saja, bisa menjadi rhema yang menguatkan untuk saya. Sungguh Allah kita luar biasa.

Di dalam berpolitik, yang paling sulit itu adalah kita berpolitik bukan dengan merusak rakyat, tetapi dengan mengajar mereka. Maka saya tidak pernah membawa makanan, membawa beras atau uang kepada rakyat. Tetapi saya selalu mengajarkan kepada rakyat untuk memilih pemimpin: yang pertama, bersih yang bisa membuktikan hartanya dari mana. Yang kedua, yang berani membuktikan secara transparan semua anggaran yang dia kelola. Dan yang ketiga, ia harus profesional, berarti menjadi pelayan masyarakat yang bisa dihubungi oleh masyarakat dan mau mendengar aspirasi masyarakat. Saya selalu memberi nomor telepon saya kepada masyarakat, bahkan saat saya menjabat sebagai bupati di Belitung. Pernah satu hari sampai ada seribu orang lebih yang menghubungi saya, dan saya menjawab semua pertanyaan mereka satu per satu secara pribadi. Tentu saja ada staf yang membantu saya mengetik dan menjawabnya, tetapi semua jawaban langsung berasal dari saya.

Pada saat saya mencalonkan diri menjadi Bupati di Belitung juga tidak mudah. Karena saya merupakan orang Tionghoa pertama yang mencalonkan diri di sana. Dan saya tidak sedikit menerima ancaman, hinaan bahkan cacian, persis dengan cerita yang ada pada Nehemia 4, saat Nehemia akan membangun tembok di atas puing-puing di tembok Yerusalem.

Hari ini saya ingin melayani Tuhan dengan membangun di Indonesia, supaya 4 pilar yang ada, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya wacana saja bagi Proklamator bangsa Indonesia, tetapi benar-benar menjadi pondasi untuk membangun rumah Indonesia untuk semua suku, agama dan ras. Hari ini banyak orang terjebak melihat realita dan tidak berani membangun. Hari ini saya sudah berhasil membangun itu di Bangka Belitung. Tetapi apa yang telah saya lakukan hanya dalam lingkup yang relatif kecil. Kalau Tuhan mengijinkan, saya ingin melakukannya di dalam skala yang lebih besar.

Saya berharap, suatu hari orang memilih Presiden atau Gubernur tidak lagi berdasarkan warna kulit, tetapi memilih berdasarkan karakter yang telah teruji benar-benar bersih, transparan, dan profesional. Itulah Indonesia yang telah dicita-citakan oleh Proklamator kita, yang diperjuangkan dengan pengorbanan darah dan nyawa. Tuhan memberkati Indonesia dan Tuhan memberkati Rakyat Indonesia.

Kumpulan Kisah Nyata



28 komentar:

  1. Semoga hikmat Salomo,inspirasi Daniel, keberanian Daud, serta kasih dan setia Kristus menaungi bapak dalam menjalankan tugas, sehingga kota Jakarta akan lebih baik bahkan Indonesia kedepan.

    BalasHapus
  2. saya Islam... saya tidak perduli apapun agama pemimpin Indonesia nantinya... yang rakyat butuhkan itu HASIL dari mereka yg sudah berani mencalonkan diri untuk memimpin rakyat... saya juga tidak perduli tentang tionghoa atau bukan, toh ortu saya tionghoa... saya sebagai rakyat ingin sesuatu yang baru... meskipun Ahok bukan presiden, setidaknya tularkan ilmu" terbaiknya untuk masyarakat agar akhlak dan pemikiran berkembang dgn lurus karena agama dan kepintaran, bukan cuma janji abal" yg cm bisa nampang di tv tanpa pembuktian.saya harap ada Ahok lain yang bisa memimpin daerah" agar Indonesia ini maju dan ga berfikir picik apalagi rasis.... semangat terus ya Ahok...

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam Indonesia...! saya sgt sefaham dengan saudara Anoim, kita bangun indonesia menjadi makmur, kita junjung tinggi pluralisme di Indonesia. krn Indonesia, bukan negara agama, tapi Indonesia adalah negara beragama dengan berbagai macama agama. dengan nilai2 religi yg dimiliki oleh Rakyat, kita mampu bersatu dalam satu ikatan Indonesia Bisa...!

      Hapus
    2. Ketika kamu berdoa untuk orang lain, Tuhan mendengarkanmu dan memberkati mereka, dan terkadang, ketika kamu aman dan happy, ingat bahwa seseorang telah mendoakanmu. God bless you Mr. Ahok.

      Hapus
    3. TERIMA KASIH TUHAN YESUS, ATAS PENYERTAAN MU, ENGKAU SELALU MEMBERSAMAI RAKYAT DAN BANGSA INDONESIA.
      TER ISTIMEWA TUHAN MEMAKAI PAK A HOK UNTUK MEMIMPIN DKI, OLEH KARENA ITU, BERKATI PAK A HOK, BERKATI MASYARAKAT JAKARTA, BERKATI BANGSA INDONESIA, SUPAYA ADA KEDAMAIAN .
      JAGAI BANGSA KAMI INDONESIA, DAN NYATAKAN MUJIZATMU DI TENGAH TENGAH BANGSA INI, BAIK YANG SUDAH MENERIMA ENGKAU SEBAGAI JURU SELAMAT, MAUPUN YANG YANG BELUM .
      KARENA KAMI YAKIN , BAHWA KASIHMU YANG BISA MERUBAH INDONESIA MENJADI KEHIDUPAN YANG DAMAI PENUH SUKACITA. AMEN.

      Hapus
  3. sebagai seorang pemimpin yang terpenting adalah buah pekerjaannya (hasil/ golnya)bukan karena warna kulit, bukan pula karena menyandang sederet titel, dlsb. Kerjakan bagian anda pak Ahok dan Tuhan Yesus yang besar itu selalu menyertai anda menjadi berkat bagi bangsa yang besar ini. Tuhan memberkati

    BalasHapus
  4. Saya dukung dan sebagai orang beriman kristen-katolik, saya dukung dengan doa tulus saya.

    BalasHapus
  5. semoga ahok di tunjukan jalan yang di ridhoi alloh,..alangkah sempurnanya kalau punya pemimpin,seperti dia dan dengan pengetahuan hukum islamnya dia jalankan kepemimpinanya,seperti harapan dan doa masyarakat Belitung yang mendoakan ahok semoga menjadi mualaf insyaalloh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahmad.s @ : Kelihatan kali islamisasi mu!!!!

      Hapus
  6. wah kyknya ahmad ga baca artikel ini....sempet2nya minta ahok jd mualaf...hehehe

    BalasHapus
  7. Testimony yang indah untuk kita ikuti. Terimakasih Pak Ahok telah menjadi Inspirasi bagi generasi muda bangsa. Maju terus pak ahok dengan iman, God bless you Sir.

    BalasHapus
  8. Maju terus pak Ahok. PenyertaanNya akan kekal senantiasa sampai selama2nya. Terima kasih buat teladannya dan biarlah Allah saja yang dimuliakan di dalam semuanya. GBU and family.

    BalasHapus
  9. Ahmad@kalau Ahok menjadi mualaf, apakah sudah pasti Ahok akan menjadi lebih baik dari sekarang yg dianggap kafir oleh islam ?? bukankah begitu banyak pejabat2 yang sudah beragama islam tapi kelakuannya lebih bejad dari Ahok yang dianggap kafir ?? apa tidak terbalik logika anda ???

    BalasHapus
  10. Saya berdoa untuk Pak Ahok agar terus setia pada panggilan Tuhan sepanjang hidup. Mengasihi seluruh penduduk jakarta, dan juga Indonesia. You are a blessing to this big city. Jesus bless you and Pak Jokowi too. Jesus loves you both. God bless Indonesia.

    BalasHapus
  11. siapa mencari ia mendapat, pak Ahok mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh maka dalam perjalanan imannya dipakai Tuhan untuk bongkar kesemrawutan, kebijakan dan ketegasannya sangat nyata. oleh karena itu rakyat tahu bahwa kamu adalah murid-Nya. ....mmm kemuliaan kepada Allah.

    BalasHapus
  12. Kiranya hadirat Tuhan senantiasa melingkupi pak Basuki, sehingga kemuliaan Tuhanlah yang memampukan pak Basuki memimpin Jakarta.

    BalasHapus
  13. terima kasih pak ahok atas kesaksian yg bisa bapak sharingkan ., semoga atas kesaksian ini ,Tuhan Yesus akan memuliakan anak-Nya yg takut akan Dia ., dan kiranya bapak bisa menjadi saluran berkat untuk bangsa Indonesia yg sedang berada didalam keporakporandaannya ,akibat pemimpin yg tidak jujur ini.Amin
    Tuhan Yesus Memberkati kita semua .

    BalasHapus
  14. Informasi Kontes SEO untuk para blogger gan.. Ada 4 kontes SEO yang bisa diikuti, tanpa dipungut biaya sama sekali (gratis) dan tidak ada batasan untuk peserta (umur, status, maupun pekerjaan).

    *Kontes seo Rgo Poker www.kontes-seo-rgopoker.net / www.kontes-seo-rgopoker.com. Total hadiah 32.jt
    12 januari 2014 - 12 maret 2014

    *Kontes seo Afa Togel www.kontes-seo-afatogel.com/ Total hadiah 25.jt
    18 januari 2014 - 18 maret 2014

    *Kontes seo Batik Poker www.kontes-seo-batikpoker.com/ Total hadiah 32.jt
    22 januari 2014 - 22 maret 2014

    *Kontes seo Eyang Togel www.kontes-seo-eyangtogel.com/ Total hadiah 25.jt
    26 januari 2014 - 26 maret 2014

    info lebih lengkap masuk aja ke situsnya

    BalasHapus
  15. maju terus pantang mundur!,!
    TUHAN YESUS yg kuatkan!amiennnn....

    BalasHapus
  16. ada bukti kalau ini benar benar kesaksian ahok?

    BalasHapus
  17. kamu ga pernah nonton tv yah? sudah tayang di tv kesaksian Ahok ini. coba cari di youtube deh kali udah di upload.

    BalasHapus
  18. Halelluyah...Pak Ahok..Tuhan Yesus Memberkati apapun yang Bapak lakukan dan kerjakan....

    BalasHapus
  19. Pak Ahok, kata nya Tuhan Yesus sudah mau datang,awas jebakan duniawi politik

    BalasHapus
  20. Hanya Nama Tuhan yang dimuliakan.....
    Pemimpin yg benar adalah pemimpin yang brani membawa nama Tuhan dalam setiap pekerjaannya...
    Maju terus pak ahok, biarlah nama Tuhan sajalah Yang dipermuliakan dalam kepemimpinan bapal. Jesus Love You

    BalasHapus
  21. Syallom, Please Like https://www.facebook.com/AkuMauCintaYesusSelamanya

    BalasHapus
  22. sukur anda tdk menerima penghinaan pak ahok..karena mayoritas org belitung yg muslim mendukung anda...Islam agama yg damai dan teduh..bukan agama pembunuh, tdk seperti si anonim yg selalu anti pati sama islam. coba anda di negara cina tiongkok...puasa aja susah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang anda pernah tinggal di negara cina tiongkok???? Disana aja ada penduduknya yg muslim dan gak ada masalah dengan sholat dan puasa........anda dapati info darimana??????

      Hapus
    2. Saya salut dengan iman bapak,saya yakin Tuhan yesus selalu menyertai kehidupan bapak,kejadian 14:14,TUHAN YESUS MEMBERKATI

      Hapus