Jumat, 22 Juni 2012

Dengar Suara Tuhan "Kesaksian"


“Apakah gerangan manusia, sehingga dia Kauanggap agung, dan Kauperhatikan, dan Kaudatangi setiap pagi, dan Kauuji setiap saat?” (Ayub 7: 17,18)

Pagi itu langit masih gelap dan seperti biasa Tjong Sien sudah harus bangun untuk mengurus sapi-sapinya. Tiba-tiba terdengar suara tanpa terlihat siapa yang  empunya suara itu: “Jadilah engkau Hamba-Ku, bacalah Alkitab, baca Alkitab!!"

Segera Tjong Sien menjawab: "Saya membaca Alkitab, tetapi saya tidak mengerti maknanya".
Lalu suara itu berkata lagi: "Walaupun kamu tidak mengerti artinya, baca saja. Dan lakukan apa yang tertulis di dalamnya, nanti kamu akan melihat kemuliaan Tuhan. Bahkan kamu akan mengalami apa yang pernah dialami oleh hamba-hamba-Ku di dalam Alkitab itu!"

Saat itulah Tjong Sien sadar bahwa itu adalah suara Tuhan Yesus. Namun terlalu banyak kemunafikan yang ia lihat. Terlalu banyak kepalsuan pada hidup orang Kristen yang ia alami. Sedemikian banyak sehingga tidak ada gairah sama sekali baginya untuk menjadi orang Kristen dan pergi ke gereja, walaupun hatinya terus ditarik Tuhan kepada-Nya. Sekali lagi ia mencoba mengelak: "Buat apa jadi Kristen. Orang-orang Kristen itu munafik!"

Tetapi Tuhan dengan penuh kasih dan suara yang lembut berkata: "Kamu harus mengalami sendiri secara pribadi. Jangan melihat kepada orang lain. Nanti kamu akan melihat kemuliaan demi kemuliaan dalam hidupmu. Ingat, masuk sorga tidak gandeng-gandengan, tetapi sendiri-sendiri."

Tuhan berdialog dengannya dalam dialek Jawa, karena saat itu ia masih belum menguasai bahasa Melayu. Ajaib sekali kesabaran yang Tuhan tunjukkan. Untuk membawa seorang anak yang sangat tertolak, yang terlalu banyak menelan dera kemunafikan dari orang-orang yang dikasihi, Tuhan datang dalam kernurnian yang sangat lembut. Pribadi yang terbuang dan tertolak hebat itu tanpa disadarinya sedang diproses oleh Tangan yang berlubang paku itu, ke arah kehendak-Nya yang sempurna. Tidak disadarinya bahwa nasib hidupnya sedang berubah total. Tidak disadarinya bahwa penentuan Tuhan sudah bulat: inilah orang yang akan menjadi penyambung lidahNya sendiri. Inilah orang yang kelak akan dipakai mengubah banyak hidup orang percaya.
Yesaya 48: 17-19. “Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku.”
Atas pesan yang diterimanya langsung dari Tuhan, Tjong Sien melakukannya dengan setia. Ia membaca Alkitab setiap hari walaupun seringkali ia juga tidak memahami artinya. Baginya kenyataan bahwa Tuhan berbicara kepadanya secara langsung sejak saat itu menjadi kenyataan yang biasa ia alami. Karena sejak saat itu pula Tuhan seringkali mengunjunginya dan berbicara kepadanya. Belakangan ia menyadari bahwa semuanya itu adalah kasih karunia Tuhan bagi hidupnya, karena bagi kebanyakan orang tidak semudah itu mengalami pengalaman-pengalaman yang di kodrati.

"Hatiku telah mendengar ketika Engkau berkata: “Mari, datanglah, berbicaralah kepadaku, hai umatKu.” Dan aku menjawab: “Tuhan…aku datang.”
(Mazmur 27: 8-Amp)

Yousua 1:8, Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Alkitab Wajib di Baca setiap Hari
Membaca Altikab harus berurutan dari Kejadian samapai Wahyu.
Mengerti atau tidak mengerti baca saja.

2 komentar:

  1. TUHAN YESUS AKU INGIN MENCOBA
    DAN AKU INGIN MENGHILANGKAN RASA MALAS KU
    TOLONG BIMBING AKU

    BalasHapus
    Balasan
    1. rasa malas bisa kita tanggalkan asal kita mau.. banyak berdoa ya kak, agar malasnya hilang.

      Hapus